Enam Objek Wisata di Banyumas Kembali Dibuka

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Setetah ditutup selama 15 hari, enam objek wisata di bawah pengelolaan Pemkab Banyumas hari ini, Minggu (13/12), kembali dibuka. Dari pemantauan di lapangan, objek wisata tersebut terbilang masih sepi pengunjung.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asiz Kusumandani mengatakan, keputusan dibukanya kembali enam objek wisata tersebut, karena status Kabupaten Banyumas saat ini sudah keluar dari zona merah.

“Saat ini Banyumas sudah masuk zona orange, sehingga objek wisata di bawah pengelolaan kita kembali diperbolehkan untuk buka,” katanya, Minggu (13/12/2020).

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) KabupatenBanyumas, Asis Kusumandani di Purwokerto, Minggu (13/12/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Enam objek wisata yang kembali dibuka yaitu Lokawisata Baturaden, Taman Rekreasi Andhang Pangrenan (TRAP), Balai Kemambang, Pemandian Tirta Husada Kalibacin Kecamatan Rawalo, Museum Wayang di Kecamatan Banyumas dan Museum Pangsa Soedirman di Purwokerto

Meskipun sudah keluar dari zona merah, namun kasus peningkatan Covid-19 sekarang ini masih tinggi, sehingga penerapan protokol kesehatan pada enam objek wisata tersebut lebih diperketat lagi. Asis mencontohkan, untuk petugas yang berkeliling memberikan peringatan penggunaan masker serta imbauan menjaga jarak, frekueansinya ditambah menjadi lebih sering.

Selain itu, pemantauan setiap sudut di lokasi objek wisata juga ditingkatan. “Petugas akan lebih sering berkeliling untuk memberikna peringatan kepada pengunjung,” jelas Asiz.

Hanya saja untuk jumlah pengunjung, pembatasannya seperti sebelumnya saja. Tingkat kunjungan tidak diperketat lagi, karena secara umum jumlah pengunjung memang menurun.

“Tadi siang saya melakukan pemantauan, pengunjung objek wisata masih sepi. Misalnya di Taman Rekreasi Andang Prangrenan Purwokerto, tingkat kunjungan dibatasi hanya 200 orang, namun faktanya tadi jumlah pengunjung hanya sekitar 20 orang saja,” kata Asiz.

Pembukaan enam objek wisata di bawah pengelolaan pemkab ini akan terus dilakukan, sepanjang perkembangan kasus Covid-19 masih terkendali. Selama dibuka tersebut, secara berkala Dinporabudpar juga akan melakukan evaluasi, terutama dalam penerapan protokol kesehatan.

Sementara itu, salah satu pengunjung di Lokawisata Baturaden, Shandi mengatakan, di dalam lokawisata sangat sepi, jumlah pengunjung bisa dihitung dengan jari. Ia sendiri datang ke Lokawisata Baturaden karena menemani saudara dari luar kota yang ingin melihat Baturaden.

“Di dalam sepi pengunjung, sepanjang jalan menuju pancuran 3, saya hanya berpapasan dengan 3-5 pengunjung saja, padahal biasanya kalau hari Minggu Lokawisata Baturaden pasti ramai. Mungkin orang masih enggan untuk berwisata karena perkembangan penyebaran Covid-19 di Banyumas sedang tinggi,” tuturnya.

Lihat juga...