Faisal Basri Sebut Indonesia Kikir Anggaran Kesehatan

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri, menilai pemerintah Indonesia kikir anggaran terhadap masalah kesehatan.

“Anggaran kesehatan hanya tiga persen dari Gross Domestic Product (GDP),” ujar Faisal, pada diskusi webinar tentang ekonomi dan kesehatan di Jakarta, Jumat (25/12/2020).

Jika dibandingkan dengan negara pada level yang sama, menurutnya Indonesia hanya lebih tinggi dibandingkan negara Laos.

“Myanmar yang lebih kecil dari Indonesia, bisa mengganggarkan 4,7 persen dari GDP, Filipina 4,4 persen, Thailand 3,7 persen, dan India 3,5 persen,” ungkap Faisal.

Dengan anggaran minim, kata dia, akibatnya masyarakat Indonesia harus mengeluarkan dana berlebih untuk kesehatan. “Total dari rakyat itu 35 persen. Nah, di Thailand masyarakatnya hanya mengeluarkan dana 1 persen dan Afrika Selatan 7,8 persen,” imbuhnya.

Lihat juga...