Gerakan Wakaf Uang ASN, Kemenag Kumpulkan Rp3,5 Miliar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) berhasil mengumpulkan Rp3,5 miliar dari hasil Gerakan Wakaf Uang aparaturnya. Gerakan wakaf uang tersebut juga menandai Hari Amal Bakti Nasional ke-75.

Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan, bahwa wakaf merupakan pilar ekonomi yang berkontribusi menghadirkan kesejahteraan bagi umat. Wakaf uang juga adalah bagian penting dalam program penguatan ekonomi dan keuangan syariah.

“Bagi Bangsa Indonesia, praktik wakaf sudah dikenal secara luas. Para ulama, pesantren, dan ormas Islam telah banyak memperkenalkan wakaf. Tidak heran jika potensi wakaf di Indonesia sangat besar. Dalam hal ini, negara hadir dan memastikan pengelolaan wakaf dilaksanakan secara tepat dan terukur, dan pemanfaatannya dapat dirasakan secara merata oleh umat,” ujar Menag yang mengikuti acara tersebut secara virtual, Senin (28/12/2020).

Menag berharap Gerakan Wakaf Uang ASN Kemenag yang di-launching hari ini menjadi langkah awal yang baik untuk mendorong masyarakat umum mengikuti.

“Wakaf uang adalah bukti nyata dedikasi dan loyalitas ASN Kementerian Agama terhadap umat. Launching Wakaf Uang ASN Kemenag adalah program strategis yang akan membawa perubahan bagi perwakafan di Indonesia,” ujarnya.

Di forum yang sama, Menpan RB, Tjahjo Kumolo mendorong, gerakan wakaf uang ini tidak hanya dilaksanakan oleh pegawai Kementerian Agama, tetapi juga oleh ASN di seluruh Indonesia.

“Mudah-mudahan gerakan wakaf untuk kemaslahatan umat ini tidak hanya dilaksanakan di Kementerian Agama, tetapi juga seluruh ASN di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, hingga ke tingkat desa,” ungkapnya.

“Saya sangat mendorong rekan-rekan ASN di mana pun berada untuk dapat berpartisipasi pada program wakaf yang diinisiasi oleh Kemenag ini,” tambahnya.

Tjahjo mengatakan, bahwa nilai dasar ASN adalah pengabdian kepada negara dan rakyat, serta pada etika yang luhur. Pengabdian tersebut, imbuhnya, memiliki makna yang luas, termasuk kepekaan sosial dan kegotongroyongan atas apa yang terjadi di lingkungannya.

“Oleh karena itu kami mengapresiasi dan bangga, bahwa Kemenag mampu membuat kanal atau saluran ibadah sosial bagi para ASN-nya,” tukasnya.

Lihat juga...