Gereja Katedral Purwokerto Terapkan Prokes Ketat

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Perayaan misa Natal di Gereja Katedral Purwokerto berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Selain jumlah jemaat yang hadir dibatasi, juga harus dinyatakan sehat untuk bisa hadir mengikuti misa di gereja.

Pastur Paroki Gereja Katedral Purwokerto, Sulpicius Parjono, mengatakan, jemaat yang hadir di gereja sebelumnya harus mendaftar melalui lingkungan masing-masing, yaitu RT-RW setempat dan mendapatkan surat keterangan sehat. Masing-masing lingkungan dibatasi maksimal 15 orang dan ada 20 lingkungan yang masuk dalam daftar di Gereja Katedral Purwokerto.

“Kuota gereja kami sampai 1.000 jemaat, namun untuk misa Natal kita batasi maksimal hanya 300 jemaat, demi menerapkan jaga jarak,” jelas Sulpicius Parjono, Jumat (25/12/2020).

Pastur Paroki Gereja Katedral Purwokerto, Sulpicius Parjono di gereja, Jumat (25/12/2020). –Foto: Hermiana E. Effendi

Selanjutnya setelah mendaftar ke lingkungan, jemaat bisa datang ke gereja dan melakukan absensi di pintu masuk serta pengukuran suhu tubuh. Untuk jemaat yang suhu tubuh normal diperbolehkan masuk, namun jika ada yang bersuhu tubuh tinggi, sekali pun sudah mendaftar melalui lingkungan, tidak diperbolehkan masuk. Sebaliknya, yang bersangkutan harus mengikuti cek kesehatan lebih lanjut yang ditangani oleh tim gugus tugas paroki. Ada tiga dokter yang disiapkan untuk melakukan pemeriksaan.

“Jemaat yang sudah absen dan suhu tubuhnya normal, kemudian harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk gereja. Kita siapkan banyak tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir di lingkungan gereja,” terangnya.

Lihat juga...