Gubernur Jateng Ajak Masyarakat Rayakan Pergantian Tahun Secara Virtual

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Pandemi covid-19, menjadikan perayaan tahun baru 2021 tidak semeriah kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat tetap diminta di rumah, tidak berkerumunan, termasuk dilarang menyalakan petasan atau kembang api.

“Meski demikian, bukan berarti tidak ada perayaan tahun baru. Kita persilahkan untuk merayakan tahun baru, namun secara virtual. Termasuk saya mengajak seluruh masyarakat, untuk bergabung bersama saya, dalam perayaan tahun baru melalui bergabung zoom meeting,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di rumah dinas, Puri Gedeh Semarang, Kamis (31/12/2020).

Dipaparkan, masyarakat bisa bergabung melalui ID 538 020 9190. Kegiatan tersebut tanpa kata kunci atau password, sehingga terbuka untuk umum. “Mari kita merayakan malam tahun baru dengan di rumah saja. Masyarakat yang tidak ada acara, boleh gabung,” tandasnya.

Ganjar menandaskan, perayaan tahun baru secara virtual tersebut diharapkan tetap bisa memberikan kemeriahan pergantian tahun, namun dengan tetap menjaga agar penyebaran covid-19 tidak semakin meluas.

Dalam kesempatan sebelumnya, dirinya juga berkomunikasi dengan sejumlah kepala daerah terkait pengamanan jelang pergantian tahun, secara live melalui media sosial.

Ganjar memastikan bahwa semua Bupati/Wali Kota di Jateng telah siap mengantisipasi adanya kerumunan malam pergantian tahun. Mereka telah melakukan sejumlah hal, mulai sosialisasi sampai penutupan jalan, tempat publik hingga obyek wisata.

Terpisah, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi juga menegaskan bahwa aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) masih berjalan di Ibu Kota Provinsi Jateng tersebut.

“Kita batasi kegiatan masyarakat, termasuk dunia usaha seperti PKL, kafe dan lainnya, hanya diperbolehkan beroperasi hingga pukul 23.00 WIB. Sejumlah ruas jalan juga sudah ditutup mulai pukul 18.00 WIB hingga tanggal 2 Januari pukul 06.00 WIB. Ini menjadi upaya kita agar tidak terjadi kerumunan, keramaian terkait perayaan tahun baru,” jelasnya.

Dirinya berharap masyarakat dapat melalui malam pergantian tahun dengan bijak. “Kita harap aturan PKM yang masih berlaku tersebut, dapat didukung oleh semua pihak, sehingga dapat menekan penyebaran covid-19 di Kota Semarang. Mudah-mudahan sedulur Semarang semua, dapat mematuhi aturan ini,” pungkasnya.

Lihat juga...