H-2 Pemungutan Suara, Distribusi Logistik Pilwakot 2020 Semarang Ditarget Selesai

Editor: Mahadeva

SEMARANG – Jelang pelaksanaan hari pencoblosan atau pemungutan suara, Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2020 pada 9 Desember 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mulai mendistribusikan logistik pemilihan.

“Logistik Pilkada untuk Pilwakot Semarang 2020 ini, mulai dikirimkan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kota Semarang. Nantinya akan disimpan di sana, sehingga akan lebih memudahkan pendistribusian lanjutan oleh panitia pemungutan suara (PPS) kelurahan, ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS),” papar Ketua KPU Kota Semarang, Henry Cassandra Gultom, disela proses distribusi logistik Pilwakot 2020 di gudang KPU Kota Semarang, Jalan Ronggolawe Semarang, Sabtu (5/12/2020).

Diharapkan, proses pendistribusian bisa diselesaikan seluruhnya pada dua hari ke depan atau Senin (7/12/2020). “Dari PPK akan didistribusikan ke tingkat Kelurahan maksimal H-1, atau Selasa (8/12/2020). Sementara, untuk item yang didistribusikan ini meliputi surat suara sebanyak 1.205.124 lembar, kotak suara 3.447 unit, tinta 6.894 buah dan bilik suara 13.788 unit. Selain itu juga kita distribusikan alat penunjang protokol kesehatan di TPS, mulai dari masker medis 10.413 pak, sarung tangan 3.485 pasang, thermogun 3.447 unit, hingga baju hazmat sebanyak 6.894 pasang,” rincinya.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Cassandra Gultom, disela distribusi logistik Pilwakot 2020 di Semarang, Sabtu (5/12/2020). Foto Arixc Ardana

KPU Kota Semarang memastikan, logistik pemilu dan alat kesehatan yang didistribusikan, sudah tersegel dengan baik. “Aparat Kepolisian, Bawaslu, TNI dan pihak terkait, juga ikut mengawal ketat pendistribusian logistik tersebut. Harapannya, proses pendistribusian bisa berjalan dengan baik dan aman, hingga pelaksanaan hari pemilihan,” tambahnya.

Salah satu yang menjadi pencemaran dalam proses pendistribusian adalah, potensi adanya gangguan alam karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Termasuk kesiapan TPS, dalam pelaksanaan Pilwakot. Sebelumnya, ada enam lokasi yang disiapkan sebagai TPS di Kecamatan Tugu Kota Semarang, terkena banjir pada Rabu (2/12/2020) malam. Dan saat ini masih dilakukan kajian ulang, apakah keenam TPS itu akan dipindahkan atau direkayasa agar tidak mengganggu berlangsungnya Pilwalkot pada 9 Desember mendatang.

Bencana seperti banjir, merupakan kejadian yang tidak dapat diprediksi, sehingga perlu adanya kesiapan matang. “Kita harapkan, bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan lainnya tidak mengganggu perhelatan Pilwalkot 2020. Demikian juga dengan kesiapan para petugas, baik dari penyelenggara, pengawas, dan keamanan, kita harapkan semuanya dalam kondisi prima sehingga dapat melayani para pemilih,” tegasnya.

Kesiapan juga disampaikan pihak kepolisian, dalam melakuan pengamanan dan pengawalan, pelaksanaan Pilwakot 2020. Termasuk dalam proses pendistribusian. “Seluruh pengamanan Pilwalkot Semarang 2020, masuk dalam operasi Mantap Praja. Termasuk pengawalan distribusi logistik tersebut. Setiap pengiriman, akan dikawal enam orang anggota kepolisian,” ujar Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Untung Kistopo.

Seluruh anggota yang terlibat dalam proses operasi Mantap Praja, dipastikan dalam kondisi prima dan sehat. Khususnya terkait pandemi COVID-19, seluruhnya sudah mengikuti rapid test.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang, Nining Susanti menandaskan, pihaknya melakukan pengawasan terkait distribusi logistik yang dikirim KPU Kota Semarang, sesuai dengan kebutuhan di masing-masing TPS.  “Pengawasan juga dilakukan, pada saat pendistribusian logistik ke masing-masing TPS, agar dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai logistik yang dipersiapkan rusak dan tidak terpakai. Kemudian, memastikan logistik tidak tercecer dan diturunkan sesuai tempat tujuan,” tegasnya.

Lihat juga...