Hajar Basaksehir 5-1, PSG Puncaki Klasemen Akhir Grup H

Para pemain Paris Saint-Germain Neymar melakukan selebrasi bersama usai melengkapi mencetak gol ke gawang Istanbul Basaksehir, dalam laga pemungkas Grup H Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, Rabu (9/12/2020) waktu setempat – foto Ant

JAKARTA – Paris Saint-Germain (PSG), mengambil alih posisi puncak klasemen akhir Grup H Liga Champions, usai menghajar Istanbul Basaksehir 5-1, dalam laga pemungkas kedua tim di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, Rabu (9/12/2020) waktu setempat atau Kamis (10/12/2020) WIB.

Hasil itu membuat PSG, yang sudah lolos ke babak 16 besar berkat kemenangan RB Leipzig atas Manchester United kemarin, mengambil alih posisi puncak dari tangan Leipzig. Meskipun sama-sama mengoleksi 12 poin, PSG punya keunggulan agresivitas gol tandang atas Leipzig, dalam catatan head-to-head.

Pertandingan PSG vs Basaksehir, sebetulnya sudah digelar sejak kemarin. Namun laga dihentikan pada menit ke-14, menyusul dugaan tindakan rasial oleh ofisial keempat pertandingan terhadap salah seorang staf pelatih Basaksehir, yang berujung aksi walk-out para pemain kedua tim dan pertandingan dilanjutkan hampir sehari kemudian dengan pergantian jajaran ofisial.

Kedua tim memperlihatkan kesatuan mereka, untuk menyuarakan pesan antirasisme jelang laga lanjutan. (Baca: https://www.cendananews.com/2020/12/jelang-lanjutkan-laga-pemain-psg-dan-basaksehir-pakai-kaos-antirasisme.html).

Tetapi hasil pertandingan memperlihatkan dominasi yang tegas dari PSG atas Basaksehir. Neymar mengemas trigol, untuk menyokong kemenangan PSG. Sedangkan bintang Le Parisien lainnya, Kylian Mbappe, menyumbangkan dua gol yang mana hanya bisa dibalas sekali oleh tim tamu lewat Mehmet Topal.

Pada menit ke-21, atau tujuh menit menit selepas laga lanjutan, Neymar langsung membuka keunggulan PSG dengan tembakan cantik menyusul umpan kiriman Marco Verratti. Keunggulan PSG berganda pada menit ke-37 lewat gol kedua Neymar, yang menyelesaikan umpan tarik dari Mbappe yang bolanya terlihat tetap melewati garis gawang kendati sempat dihalau oleh kiper Fehmi Gunok.

Dua menit kemudian, Mitchell Bakker sukses menjebol gawang Basaksehir, dengan menyontek bola liar hasil jegalan Gunok terhadap Neymar. Namun, gol itu dianulir oleh wasit Danny Makkelie, karena Bakker terjebak offside. Tetapi VAR kemudian menghadiahkan tendangan penalti, karena Gunok divonis melanggar Neymar.

Hadiah tendangan penalti sukses dikonversi oleh Mbappe, yang dengan tenang memperdaya Gunok, untuk memperbesar keunggulan PSG 3-0 atas Basaksehir. Gol itu sekaligus membuat Mbappe menjadi pemain termuda yang berhasil mengoleksi 20 gol di Liga Champions, yaitu pada usia 21 tahun dan 11 bulan. Posisinya melampaui Lionel Messi, yang sebelumnya memiliki rekor itu di usia 22 tahun dan delapan bulan.

Lima menit setelah turun minum, Neymar membawa PSG kian menjauh, dengan melengkapi raihan trigolnya lewat tembakan jarak jauh, yang tak mampu diantisipasi Gunok. Itu menjadi trigol ketiga Neymar di Liga Champions, yang membuatnya kini hanya terpaut lima catatan dari pemilik rekor trigol terbanyak kompetisi paling bergengsi Eropa itu Messi dan Cristiano Ronaldo ,yang sama-sama punya delapan catatan trigol.

Basaksehir, sempat membalas pada menit ke-57 lewat sebuah gol sarat keberuntungan, dari sepakan keras Irfan Kahveci yang lebih dulu membentur lutut Topal, sehingga memperdaya kiper Keylor Navas dan mengubah kedudukan jadi 1-4. Namun, lima menit berselang Mbappe, mencetak gol keduanya lewat penyelesaian sederhana atas umpan matang Angel Di Maria di muka gawang, demi melengkapi kemenangan PSG jadi 5-1 atas Basaksehir. (Ant)

 

Lihat juga...