Harga Emas Menguat Lagi Ditopang Harapan Stimulus AS

Ilustrasi - Ant

CHICAGO – Emas menguat lagi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang kenaikan untuk hari ke dua berturut-turut, di tengah prospek langkah-langkah stimulus lebih lanjut, setelah Federal Reserve AS berjanji mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol sampai pemulihan ekonomi selesai.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, naik 3,8 dolar AS atau 0,2 persen menjadi ditutup pada 1.859,10 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (15/12), emas berjangka melonjak 23,2 dolar AS atau 1,27 persen menjadi 1.855,30 dolar AS.

Emas berjangka jatuh 11,5 dolar AS atau 0,62 persen menjadi 1.832,10 dolar AS pada Senin (14/12), setelah menguat 6,20 dolar AS atau 0,34 persen menjadi 1.843,60 dolar AS pada Jumat (11/12), dan turun tipis 1,1 dolar AS atau 0,06 persen menjadi 1.837,40 dolar AS pada Kamis (10/12).

Ketua Fed, Jerome Powell, mengatakan dalam konferensi pers, bahwa ekonomi AS mungkin akan terus mendapat dukungan dari kebijakan fiskal dan moneter untuk pemulihan.

“Powell berhasil memadamkan aksi jual pasar awal dengan meyakinkan, bahwa Fed yang sangat waspada tidak akan ragu untuk memperluas dukungan jika perlu,” kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam dasar dan mulia di BMO.

Kongres AS hampir mencapai RUU bantuan dan stimulus Covid-19 baru, memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong investor ke logam mulia sebagai tempat berlindung yang aman.

Lihat juga...