Harga Minyak Menguat karena Persediaan Menurun

Ilustrasi - Kilang minyak. [Px]

NEW YORK – Harga minyak naik lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), berbalik menguat dari penurunan dua hari beruntun, didorong oleh penurunan persediaan minyak mentah, bensin dan sulingan di AS yang mengangkat harapan investor untuk mendapatkan kembali permintaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka Brent untuk penyerahan Februari bertambah 1,12 dolar AS atau 2,2 persen menjadi menetap di 51,20 dolar AS per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari naik 1,1 dolar AS atau 2,3 persen, menjadi ditutup pada 48,12 dolar AS per barel.

Persediaan minyak mentah AS turun 562.000 barel dalam sepekan hingga 18 Desember menjadi 499,5 juta barel, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Rabu (23/12/2020).

Stok bensin juga turun secara mengejutkan 1,1 juta barel dalam seminggu menjadi 237,8 juta barel, kata EIA, sementara persediaan minyak sulingan turun 2,3 juta barel dalam pekan ini menjadi 148,9 juta barel, lebih besar dari yang diperkirakan.

“Kami melihat pemulihan moderat dalam permintaan distilasi dan permintaan bensin yang mengindikasikan musim liburan,” kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates di Houston. “Angka-angka permintaan yang dikombinasikan dengan penarikan persediaan bensin dan distilat telah membantu mendukung pasar hari ini.”

Perusahaan-perusahaan energi AS minggu ini menambahkan rig minyak dan gas untuk minggu ke lima berturut-turut. Jumlah rig minyak dan gas, indikator awal produksi di masa depan, naik dua rig menjadi 348 rig dalam seminggu hingga 23 Desember, perusahaan jasa energi Baker Hughes Co mengatakan Rabu (23/12/2020).

Lihat juga...