Hari Bakti Transmigrasi, Refleksi Kebangkitan Warga Transmigran

“Untuk itulah, penyelenggaraan transmigrasi harus mampu membangun kolaborasi dan integrasi yang kuat antar-stake holder (pemangku kepentingan) yang bersifat lintas sektor, sebagaimana telah diatur dalam Perpres Nomor 50 tahun 2018,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Kemdes PDTT menyerahkan bantuan pangan dan kesehatan berupa multivitamin serta alat kesehatan penanganan COVID-19 diantaranya penyanitasi tangan (hand sanitizer), sabun cuci tangan dan disinfektan kepada masyarakat secara langsung hingga kepada instansi.

Kemdes PDTT juga membagikan sertifikat lahan transmigrasi sebanyak 1.000 bidang.

Kegiatan itu juga dimeriahkan dengan pameran BUMDes dan Himpunan Wirausaha Transmigrasi di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Barat.

Puncak peringatan Hari Bakti Transmigrasi juga diisi dengan kegiatan sosialisasi prioritas dana desa 2020 di Hotel Maleo.

Kawasan transmigrasi dicanangkan sebagai Penyangga Ketahanan Pangan Nasional melalui Program Pengembangan Food Estate Berbasis Korporasi Petani di dua kawasan transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah yaitu Kawasan Lamunti, Dadahup yang ada di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah.

Pengembangan ketahanan pangan di kawasan transmigrasi memiliki tujuan utama untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman, membangun model sentra lumbung pangan kawasan transmigrasi, serta optimalisasi pengelolaan lahan produktif pola partisipatif dan kolaborasi.

Selain itu, Program Pemulihan Ekonomi Nasional di Kawasan Transmigrasi juga sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi dampak COVID-19 terhadap perekonomian nasional.

Hari Bakti Transmigrasi juga merupakan wujud apresiasi dari program Transmigrasi yang pertama kalinya dilaksanakan pada 12 Desember 1950. Saat itu, pemerintah berhasil memberangkatkan 25 kepala keluarga (KK) atau dengan total 98 jiwa dengan lokasi penempatan di antaranya Lampung (23 KK) dan Lubuk Linggau (2 KK). (Ant)

Lihat juga...