Lebaran CDN

Hungaria Mulai Lebih Awal Vaksinasi COVID-19

BUDAPEST/PARIS — Pemerintah Hungaria memulai vaksinasi COVID-19 untuk warganya menggunakan vaksin buatan Pfizer dan BioNTech, Sabtu, satu hari lebih awal daripada anggota Uni Eropa lainnya.

Paket vaksin COVID-19 pertama tiba di Hungaria, Sabtu pagi. Jumlah dosis yang tersedia cukup diberikan untuk 4.875 orang, kata kantor berita resmi, MTI melaporkan.

Pengiriman vaksin ke Budapest, ibu kota Hungaria, dikawal oleh kepolisian.

“Kami telah memulai vaksinasi untuk tenaga kesehatan sebagaimana telah direncanakan sebelumnya,” kata juru bicara pemerintah menjawab pertanyaan Reuters.

Vaksinasi tahap pertama akan digelar pada Sabtu pagi di pusat penanggulangan COVID-19, Rumah Sakit Pusat Del-Pest di Budapest, sementara pada siang harinya, vaksinasi berlangsung di rumah sakit utama lainnya di ibu kota, MTI melaporkan.

Tenaga kesehatan pertama yang divaksin adalah seorang dokter di Del-Pest, Adrienne Kertesz.

Otoritas kesehatan di Hungaria melaporkan 315.362 orang telah terkonfirmasi positif COVID-19 dan 8.951 di antaranya meninggal dunia. Lebih dari 6.000 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit sehingga membuat sistem layanan kesehatan di Hungaria kewalahan.

“Kami senang vaksin telah tiba,” kata pasangan suami istri, Zsuzsa Takacs (68) dan Antal Takacs (75), saat ditemui tengah bermain tenis meja di sebuah taman di Budapest.

“Kami akan divaksin karena anak perempuan kami melahirkan di Prancis bulan lalu dan kami sangat ingin mengunjungi mereka. Kami tidak berani pergi sebelum divaksin,” kata Zsuzsa.

Hungaria memulai vaksinasi lebih cepat satu hari dibandingkan dengan Prancis, Jerman, Italia, Austria, Portugal, dan Spanyol. Negara-negara itu juga berencana akan segera memulai vaksinasi massal.

Pengiriman vaksin buatan Pfizer-BioNTech turut diiringi sejumlah tantangan, di antaranya vaksin harus selalu disimpan pada suhu minus 80 derajat Celsius (-112 Fahrenheit). Pasalnya, virus itu dibuat dengan menggunakan m-RNA.

Inggris jadi salah satu negara pertama di dunia yang melakukan vaksinasi COVID-19 massal buatan Pfizer dan BioNTech awal bulan ini.

Prancis dan Jerman

Prancis akan memulai vaksinasi COVID-19 pertamanya di Paris, daerah sekitar kota, dan di wilayah Burgundy-Franche-Comte. Vaksin COVID-19 buatan Pfizer dan BioNTech akan tiba di Paris, Sabtu.

“Kami akan menerima total 19.500 dosis, yang tersimpan dalam 3.900 tabung. Vaksin ini akan disimpan di lemari pendingin pada suhu minus 80 derajat (Celsius) dan akan dikirim ke beberapa panti jompo dan rumah sakit,” kata salah satu pejabat bidang farmasi Paris, Franck Huet.

Pemerintah Prancis berencana memberikan vaksin untuk kurang lebih satu juta orang di panti jompo pada Januari dan Februari 2021, kemudian ke 14-15 juta orang lainnya pada Maret-Juni 2021.

Badan pengawas obat-obatan Prancis memberikan izin pakai untuk vaksin buatan Pfizer dan BioNTech, Kamis (23/12).

Prancis melaporkan lebih dari 20.000 kasus COVID-19 baru, Jumat (25/12). Jumlah pasien baru di Prancis terus naik dalam dua hari terakhir.

Total kasus positif di Prancis mencapai 2.547.771 jiwa dan angka itu menempatkan Prancis pada urutan kelima untuk jumlah kasus positif COVID-19 terbanyak di dunia.

Sementara itu, jumlah korban jiwa di Prancis mencapai 62.427 jiwa — menempatkan negara itu pada urutan ketujuh di untuk kematian tertinggi di dunia.

Kementerian Kesehatan pada Jumat juga mengumumkan seorang warganya yang baru tiba dari London terkonfirmasi positif varian baru COVID-19. Jenis baru itu, yang diyakini lebih cepat menular, saat ini mewabah di Inggris bagian selatan.

Sementara di Jerman, truk-truk pengangkut vaksin masih dalam perjalanan menuju panti jompo. Orang lanjut usia akan jadi kelompok pertama yang menerima vaksin COVID-19 di Jerman, Minggu (27/12).

Jumlah pasien positif di Jerman bertambah 14.445 kasus sehingga totalnya mencapai 1.627.103, demikian data terbaru yang dilaporkan Robert Koch Institute untuk penyakit menular, Sabtu. Korban jiwa akibat COVID-19 di Jerman bertambah 240 sehingga totalnya mencapai 29.422.

Pemerintah pusat berencana mengirim lebih dari 1,3 juta dosis vaksin ke otoritas kesehatan di negara-negara bagian pada akhir 2020. Sekitar 700.000 dosis lainnya akan diberikan tiap minggu mulai Januari 2021.

“Kemungkinan akan ada hambatan saat awal pengiriman, tetapi itu cukup normal karena prosesnya cukup kompleks,” kata Menteri Kesehatan Jensen Spahn.

“Vaksin ini adalah kunci untuk melawan pandemi. Ini adalah kunci untuk bangkit kembali,” kata dia. [Ant]

Lihat juga...