IHLC : Pengembangan Pariwisata Halal Harus Didukung Fasilitas Ramah Muslim

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) Sapta Nirwandar mengatakan, pariwisata halal di Indonesia akan berkembang jika ditangani dengan maksimal dalam penyediaan fasilitasnya. 

Dengan dukungan fasilitas yang memadai yang ramah muslim, seperti halnya makanan halal, hotel syariah, dan aneka produk halal lainnya, maka target Indonesia menjadi pusat industri halal dunia akan terwujud.

“Saat ini yang menjadi pekerjaan rumah dalam pengembangan pariwisata halal adalah kurangnya fasilitas ramah muslim,” ujar Sapta, pada acara webinar wisata halal di Jakarta, Minggu (27/12/2020).

Salah satunya, sebut dia, di Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, tidak ada hotel berbintang lima dan yang berani menyatakan sebagai muslim friendly destination.

Padahal sejumlah negara seperti di Antala, Turki berani menyatakan muslim friendly destination. Begitu juga di Paris, Perancis telah hadir hotel yang menerapkan service ready by requet.

“Perancis ini sangat pintar membaca peluang pasar, ya daripada semua dihalalkan, lebih baik by request. Jadi, apa saja yang ada di hotel di sana disesuaikan dengan kebutuhan umat muslim,” tukasnya.

Begitu juga dengan kota Bangkok di Thailand. Negara ini telah memiliki sebanyak 17-120 hotel bintang lima yang menyatakan diri sebagai muslim friendly destination atau the leading hotel halal.

Selain hotel, tambah dia, pekerjaan rumah lainnya yang menjadi tantangan negara Indonesia adalah makanan halal.

Padahal menurutnya, Inggris yang merupakan negara non muslim telah memiliki restoran halal kelas Halal Dining Club. Negara Singapura juga mempunyai food court halal.

“Ya, memang Indonesia telah memiliki hotel ramah muslim dan restoran halal. Tapi sayangnya belum sekelas dengan negara-negara tersebut,” ungkapnya.

Indonesia belum bisa mengembangkan pariwisata halal dengan maksimal seperti di negara-negara non muslim. Menurutnya, dikarenakan belum ada pengusaha Indonesia yang berani membuat fasilitas hotel dan restoran sekelas negara tersebut.

Menurutnya, sangatlah penting untuk membangkitkan pengusaha muslim agar dapat mengembangkan fasilitas-fasilitas pariwisata halal di Indonesia.

Dengan begitu para wisatawan muslim domestik maupun luar negeri akan datang dan menikmati fasilitas ramah muslim tersebut.

Saat berkunjung, tentu menurutnya, para wisatawan tersebut juga akan melakukan wisata belanja. Seperti fesyen muslim atau busana muslim, kosmetik halal dan produk halal lainnya yang tersaji di Indonesia.

“Ini bagian yang harus dikembangkan. Karena pariwisata itu bisa dikatakan sebagai lokomotif perekonomian, termasuk pariwisata halal,” pungkas Sapta Nirwandar yang merupakan mantan wakil menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Lihat juga...