Ikan Hias Guppy Disukai untuk Isi Aquascape

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Permintaan ikan hias terutama untuk aquascape di Kota Bekasi, Jawa Barat mengalami peningkatan tajam. Banyak warga yang beraktivitas di  rumah saja menumbuhkan hobi baru bisa menjadi sarana hiburan dengan aquascape.

Hal tersebut memberi keuntungan sendiri, bagi pencinta dan budidaya beragam jenis ikan hias. Salah satu Fedry, warga Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat dengan membuka budidaya ikan hias rumahan.

“Saya masih skala kecil, budidaya rumahan. Tapi, sengaja memilih ikan hias khusus untuk aquascape, yang sekarang terus meningkat,” kata Fedry, ketua Karang Taruna Cikiwul, kepada Cendana News, Senin (7/12/2020).

Dikatakan ada beragam jenis ikan hias khusus aquascape, seperti jenis guppy dengan warna dan bentuk tubuh yang indah. Warnanya yang variatif, juga menjadi salah satu keunggulan guppy. Ikan lainnya, seperti jenis molly atau ikan balon sudah menjadi salah satu primadona karena memiliki fisik yang menggemaskan bila dipandang mata.

Fedry, budidaya ikan hias menjadi sampingan yang dibuka di rumahan yang ditawarkan secara online, Senin (7/12/2020). -Foto: M. Amin

Menurutnya untuk budidaya ikan guppy dan molly, cukup mudah bisa dilakukan mandiri di rumah. Yang susah jelasnya seperti ikan jenis neon Tetra, ikan Sumatra, layang-layang, algaiter dan red nose dan ikan koki.

Ia mengambil bibit di Jatinegara, Jakarta untuk dikembangbiakkan secara mandiri, dengan menggunakan akuarium biasa di rumahnya.

Fedry mengaku, untuk harga ikan tergantung jenis dan ukuran. Biasanya untuk ukuran biasa disebut size S, M dan L,  Harga akan mengikuti jenis dan size-nya. Harga mulai dari Rp2500 hingga 3000-an/ekornya.

Peminatnya cukup banyak, biasanya untuk jenis ikan hias happy dan molly, untuk mengisi aquascape. Ia mengaku tidak begitu tertarik untuk budidaya ikan cupang, meskipun sekarang lagi tren.

“Yang mahal itu aquascape, bisa dari Rp350 ribu hingga Rp700 ribu sebagai pendamping dari budidaya ikan hiasnya, ini juga sekarang cukup diminati di Bekasi,” papar Fedry.

Lebih lanjut dikatakan untuk aquascape tidak bisa dikerjakan sembarangan, karena butuh ilmu khusus agar tercipta ekosistem hewan dan tumbuhan secara seimbang harus memperhatikan prinsip terbentuknya ekosistem di dalam tangki.

“Aquascape merupakan seni artifisial ekosistem karena dipadukan dengan dekorasi seni sebagai elemen penunjangnya, seperti pasir, batu, kayu, tanaman hias, hewan air tawar lainnya, sehingga membentuk sesuatu pemandangan khusus yang hidup dan kompleks dalam menangani habitat,” pungkasnya.

Lihat juga...