INDEF: UMKM Butuh Bantuan Pendanaan ‘Fintech’

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Financial (INDEF), Tauhid Ahmad, berharap ada keperpihakan pemerintah terkait pendanaan untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Ke depannya, saya kira ini perlu diperjuangkan terkait pendanaan untuk pemulihan UMKM,” ujar Tauhid, pada webinar INDEF bertajuk ‘Menatap Masa Depan Fintech dan UMKM 2021’, di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Apalagi, menurutnya anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 untuk UMKM hanya sebesar Rp14,9 triliun atau turun 87,64 persen dari 2020 yang sebesar Rp120,61 triliun.

“Tentu diharapkan UMKM ada keberpihakan sedikitlah dari pemerintah untuk 2021. Karena masa depan UMKM dikurangi secara drastis untuk anggaran PEN-nya,” ungkap Tauhid.

Lebih lanjut dia menyampaikan, bahwa pendanaan atau pembiayaan menjadi jalan tengah, karena UMKM sangat membutuhkan teknologi finansial (fintech).

Apalagi perlu diketahui, bahwa dari kredit perbankan UMKM besaran kuenya itu hanya 18-19 persen. “UMKM sangat butuh bantuan pendanaan melalui fintech ini yang menjadi solusi,” ujarnya.

Di masa pandemi Covid-19, menurutnya, minat masyarakat menggunakan pinjaman fintech lending terus meningkat. Hal itu terlihat dari penyaluran fintech lending per Oktober 2020 mencapai Rp137,65 triliun.

Lihat juga...