Indonesia Berhasil Kembangkan Benih Jagung Hibrida

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA —  Setelah sekian lama mengimpor benih jagung hibrida, Indonesia akhirnya kini telah berhasil mengembangkan benih sendiri melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan).

Selain dapat memenuhi kebutuhan benih jagung hibrida di dalam negeri, Indonesia juga mengambil langkah maju dengan memasok benih tersebut di pasar ekspor.

“Ini membuktikan kualitas benih dalam negeri mampu bersaing dengan luar negeri. Apalagi dengan kemampuan kita dari on farm hingga off farm, bahkan pemasaran. Ke depan ada potensi untuk ekspor benih ke Timor Leste, Brunai Darusalam, Filifina, Bangladesh dan Afrika,” ujar Direktur Perbenihan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Mohammad Takdir Mulyadi, saat melepas ekspor benih jagung hibrida ke Thailand di Tuban Jawa Timur, berdasar rilis yang diterima Cendana News, Senin (14/12/2020).

Pada kegiatan seremoni pelepasan ekspor benih jagung hibrida itu, Takdir menyatakan, bahwa aktivitas itu adalah yang pertama kalinya bagi Indonesia. Pasalnya, selama ini Indonesia selalu mengimpor benih tersebut dari Negeri Gajah Putih itu.

“Butuh kerja keras untuk bisa membuka keran ekspor benih jagung hibrida. Sebab hal itu berkaitan erat dengan pola pikir petani, untuk disiplin, memiliki kejujuran yang tinggi dan inovasi dalam produksi benih jagung hibrida. Di samping itu, keberhasilan ekspor tidak lepas dari program Korporasi Petani yang digencarkan Kementan. Program ini benar-benar memberikan hasil yang mengejutkan. Merubah Indonesia dari negara pengimpor benih jagung hibrida kini menjadi pengekspor,” jelasnya.

Direktur Perbenihan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Mohammad Takdir Mulyadi saat memberikan sambutan pada kegiatan pelepasan ekspor benih jagung hibrida di Tuban Jawa Timur, Senin (14/12/2020). -Foto: Amar Faizal Haidar/HO-Humas Kementan

Adapun jumlah benih jagung hibrida yang diekspor ke Thailand sebanyak 14 ton dari 60 ton kontrak varietas JH 37 dan RK 457, dengan nilai ekspor yang dihasilkan sebesar US$ 56 ribu atau sekitar Rp800 juta.

Takdir memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang mendukung kesuksesan korporasi perbenihan ini baik dari Kementan, pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan pendampingan dari mitra PT. Tunas Widji Inti Nayotama (Twin) serta kepada petani Tuban. Ekspor benih akan memberikan nilai tambah dua kali lipat keuntungannya dibandingkan konsumsi dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Harapannya kegiatan ini dapat direplikasi di daerah lain, petani dapat menyediakan benih di situ secara mandiri dan dikelola kelembagaanya menjadi kawasan yang lebih besar berbasis korporasi petani,” tandas Takdir.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tuban, Fathul Huda mengungkapkan rasa syukur dan bangganya, sebab pengembangan benih jagung di Kabupaten Tuban ini merupakan wujud impian yang selalu dicita-citakannya sejak lama, bahkan mampu menembus pasar ekspor luar negeri.

“Kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Tuban, terutama petani, bisa memenuhi kebutuhan benih jagung sendiri sesuai musim tanam dan harga jauh lebih murah karena hasil benihnya sendiri,” tuturnya.

Selain itu, Fathul menyatakan, keberadaan benih jagung hibrida juga membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar, sehingga bisa memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani. Bahkan membawa Indonesia untuk ekspor benih jagung hibrida.

“Keberhasilan ini tentu hasil kerja keras kita bersama, khususnya para petani, saya sangat bangga,” tukas Fathul.

Sementara itu, Asisten Perekonomian Pembangunan Pemprov Jawa Timur, Jumadi mewakili Guburnur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap Pemerintah Kabupaten Tuban yang sukses mengembangkan benih jagung hibrida berbasis korporasi hingga ekspor ke luar negeri dan meningkatkan kesejahteraan petani. Tuban saat ini menjadi brand smart, sebagai percontohan pengembangan benih jagung hibrida pertama.

“Kami berharap ini bisa direplikasi secara cepat di beberapa daerah di Provinsi Jatim sebagai model untuk memperbaiki dan menurunkan angka kemiskinan di pedesaan. Kami optimis, petani di Kabupaten Tuban akan semakin sejahtera,” ungkap Jumadi.

Lihat juga...