Inilah Masker Modis Anti-Droplet di Masa Pandemi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Masa peralihan terkini atau yang populer disebut new normal memunculkan kreativitas bagi para pelaku UMKM di Kota Bekasi, Jawa Barat. Misalnya, ikut menciptakan tren Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker agar tetap berpenghasilan selama pandemi.

Hal itu dilakukan Fenny S Rizal dengan memproduksi masker modis anti-droplet yang juga disebutnya masker new normal.

Menurutnya, kondisi sekarang, semua orang harus tetap mematuhi protokol kesehatan selama beraktivitas di luar rumah, maka penggunaan masker menjadi penting. Hal tersebut juga menjadi peluang untuk desainer menciptakan model tertentu sebagai pelengkap fashion.

Di masa new normal  banyak yang beraktivitas di luar rumah, tapi tetap ingin tampil modis dengan mengikuti protokol kesehatan menggunakan masker. Tak heran masker menjelma menjadi tren baru fesyen saat beraktivitas sehari-hari.

“Sekarang sejumlah orang menjadikan masker tak hanya jadi pelindung diri dari Covid-19. Tapi berangsur-angsur menjadi tren baru fashionable kekinian,” ungkap Fenny S Rizal, pemilik usaha fashion  yang membuka usaha di Jalan Cikunir Raya No. 2, Jaka Mulya,  Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, kepada Cendana News, Selasa (1/12/2020).

Dikatakan, saat ini, semua orang sedang mengikuti tren terutama dalam hal pemakaian masker. Termasuk para desainer misalnya dengan menciptakan beragam model seperti padu padan masker dengan busana atau lainnya.

Fenny sendiri  mencoba menawarkan masker modis anti-droplet berbahan baku lycra sebagai masker anti-Corona.

“Penggunaan masker pada wajah mempengaruhi penampilan.  Kelebihan masker buatannya terbukti  air liur yang ada  tidak menyebar luas.  Sudah diuji meski belum sampai di level laboratorium,” ungkap Fenny.

Tertarik mendesain masker anti-droplet karena mengikuti tren di tengah pandemi, juga sebagai upaya menambah pemasukan. Pemasaran juga cukup diminati, karena model dan harga jualnya relatif murah, hanya kisaran Rp35 ribu untuk satu produk.

Diketahui, sebelum Fenny menggeluti pembuatan masker dengan brand  Najm Syar’i, dia juga sudah menggeluti desain dan produk baju renang syar’i untuk muslimah. Menggunakan bahan baku impor yang nyaman, elastis, dan cepat kering.

“Bahan itu ternyata nyaman dibuat jadi  masker. Hingga lebih modis dan trendi jika dipadu dengan brokat, di dalamnya tetap aman, apalagi jika dipadu juga dengan karet elastis, cukup nyaman,” papar Fenny.

Diakuinya, selama ini produksi masker dikerjakan dengan cara manual, menggunakan mesin jahit manual. Ia memiliki studio workshop sendiri dengan melibatkan beberapa ahli jahit.

“Sebenarnya saya memang menekuni usaha berbasis syar’i,” tandasnya.

Dia mengingatkan, bahwa saat ini semua orang harus beradaptasi dengan Covid-19. Tanpa terkecuali pelaku UMKM. Adaptasi kebiasaan baru bukan berarti menyerah, apalagi kalah.

“Jalani masa new normal dengan bijak. Ikuti protokol kesehatan dengan benar. Dan pastikan sudah memiliki masker yang aman,” pungkasnya.

Lihat juga...