Inilah Refleksi Kinerja Kemenkop UKM 2020

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) dalam kinerjanya sepanjang tahun 2020 dengan berbagai program strategis pemulihan ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki menegaskan, pelaku UMKM dan kewirausahaan tetap menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional, selama mereka mampu beradaptasi dan bertransformasi.

“Proporsi UMKM yang mendominasi populasi pelaku usaha di Indonesia hingga 99 persen. Dalam pemulihan ekonomi, kami berharap mereka bisa beradaptasi dan bertransformasi pada 2021 mendatang,” ungkap Teten, pada webinar Outlook 2021 bertajuk ‘Outlook 2021 Adaptasi dan Transformasi KUMKM’, di Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Pemerintah melalui Kemenkop UKM mempunyai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah memberikan stimulus sebesar Rp123,46 triliun kepada Koperasi dan UMKM.

Menurutnya, stimulus ini bertujuan agar pelaku KUMKM tetap dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19.

BanPres Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) juga telah diluncurkan dengan sasaran kepada 12 juta pelaku usaha mikro berupa hibah modal kerja sebesar Rp2,4 juta per orang.

Banpres ini telah tersalurkan 100 persen, dan juga Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro untuk plafon di bawah Rp10 juta dengan bunga 0 persen.

Kemenkop UKM juga mendorong inovasi, digitalisasi, dan kepastian badan hukum bagi pelaku UMKM melalui penguatan kelembagaan.

Harapannya, yakni kata Teten, adalah agar pelaku UMKM berperan lebih strategis dalam perekonomian nasional, sehingga dapat lebih mudah dalam mengakses pembiayaan.

“Aspek pembiayaan dititikberatkan, sesuai data Bank Indonesia (BI), 2019 hanya sekitar 20 persen UMKM yang telah terkoneksi pembiayaan formal,” imbuhnya.

Lihat juga...