Inovasi Jamu Bubuk Buatan Warsiatun Laris Manis

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Di tengah pandmei Covid-19, bisnis jamu menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan karena banyaknya permintaan. Rempah-rempah dipercaya sebagai penjaga daya tahan tubuh, sehingga produk tradisional tersebut hingga kini masih banyak dicari.

Di saat banyak bisnis lain berguguran, produk aneka rempah yang dijadikan jamu kian eksis. Bahkan, omzetnya melejit hingga puluhan juta rupiah per bulannya.

Adalah Warsiatun, pelaku usaha jamu yang berbasis di wilayah Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Ia mengaku sudah dua tahun menjalani bisnis jamu rempah-rempah yang dikemas menjadi bubuk dan ditawarkan secara online maupun offline.

Warsiatun menunjukkan produk jamu bubuk yang diproduksinya secara rumahan di Bekasi Timur, Selasa (15/12/2020). –Foto: M Amin

“Saya memulai bisnis jamu rempah-rempah sebenarnya sudah dua tahun lalu. Awalnya jamu cair, tapi kan pemasarannya terbatas, hingga berinovasi ke bubuk yang siap seduh dan dipasarkan secara online,” ungkap Warsiatun, kepada Cendana News, Selasa (15/12/2020).

Saat ini, ia mengaku ada tiga produk yang lagi tren dan cukup digemari, seperti jamu rempah jahe kopi, daun saledri, dan rempah-rempah bubuk terdiri dari biang kunyit, jahe merah, kunyit putih, kayu manis, sereh, yang diambil sarinya dan  dimasak menjadi satu.

Lihat juga...