Inovasi Jamu Bubuk Buatan Warsiatun Laris Manis

Editor: Koko Triarko

“Semua produk tersebut bisa langsung diseduh dan diminum, karena telah diberi petunjuk cara penyediaannya,” papar dia.

Diakuinya, saat ini omzet sedikit menurun setelah penerapan new normal, banyak warung buka. Tapi, omzetnya masih Rp5-10 juta per bulan.  Untuk satu kotak produk rempah-rempah dijual Rp45 ribu isi sepuluh. Dia meyakinkan, bahwa produk buatannya dipilih dari bahan asli tanpa bahan pengawet dan kimia.

“Nama tradisionalnya empon-empon. Tentu banyak khasiat, terutama sakit perut, penghangat tubuh menambah stamina wanita dan pria. Terutama ibu baru melahirkan, banyak testimoni cocok,” ujarnya.

Warsiatun, warga asli Klaten Jawa Tengah ini dalam memproduksi jamu dibantu oleh lima orang tenaga kerja. Saat ini ada delapan produk, dan yang booming tiga, rempah-rempah jahe merah. Dalam produksinya, Warsiatun sudah menggunakan mesin.

“Saya ini sebenarnya tidak ada keturunan tukang jamu. Tapi, lebih kepada inovasi saja sendiri dengan membaca beragam literatur,”pungkasnya.

Lihat juga...