Inovasi Korporatisasi Tingkatkan Produksi Peternak Domba

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mendorong terciptanya inovasi korporatisasi sektor perternakan dan pengembangan komoditas unggulan. Sehingga hasil produksi perternakan yang mereka garap lebih maksimal. 

“Sektor perternakan harus digarap dengan model bisnis yang bisa masuk skala ekonomi. Ini dengan inovasi korporatisasi, karena kalau peternak kecil-kecilan akan sulit berkembang, maka mereka harus gabung koperasi,” ujar Teten, berdasarkan rilis yang diterima Cendana News, Senin (21/12/2020) siang.

Kemenkop UKM mendorong para peternak berkelompok dalam satu wadah koperasi. Karena menurutnya, dalam bisnis model koperasi itu sudah ada lembaga pembiayaan hingga off taker atau avalis yang akan menyerap hasil produk ternak dari para peternak.

“Koperasi ini yang akan diperkuat dari sisi kelembagaan pembiayaan untuk meningkatkan hasil produk peternak, misalnya peningkatan budidaya ternak domba,” ujarnya.

Dalam wadah koperasi para peternak, menurutnya, telah dikerjasamakan usaha budidaya domba model klaster kelompok peternak di Pondok Pesantren  Nurul Hidayah, Kampung Cibaluka, Garut, Jawa Barat.

Budidaya domba para peternak di Garut ini diinisiasi oleh Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran melalui unit Jabar Feeds Indonesia Centre (JAFIC) IKA UNPAD.

Dalam pengembangan kata Teten, para peternak domba tersebut berkolaborasi dengan Bank BJB dan Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI).

“Tujuan kerja sama itu dalam upaya peningkatan kuantitas dan kualitas domba pedaging,” ujarnya.

Bahkan sebutnya lagi, para peternak juga berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi,Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM).

Lihat juga...