Jaga Ketahanan Pangan, Warga di Jatimelati Manfaatkan Lahan Tidur

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Warga Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat memanfaatkan lahan kosong di sekitar RT 06/05 untuk bercocok tanam aneka sayuran untuk penghasilan keluarganya. 

Adalah Nana, warga setempat menggarap lahan tidur yang ditumbuhi beragam pepohonan liar, menjadi lahan garapan sejak beberapa bulan lalu. Lahan tersebut milik warga setempat yang dibiarkan.

“Awalnya saya tanya ke pemilik lahan, ternyata mau dijual tapi belum laku. Sekarang saya buka untuk dimanfaatkan aneka tanaman sayuran. Luas lahan mencapai 1.250 meter persegi,” ungkap Kang Nana, kepada Cendana News, Senin (14/12/2020).

Dikatakan saat ini ia terus melakukan uji coba aneka tanaman sayuran di lahan yang telah dibuka tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kecocokan tanah dengan jenis tanaman sebelum fokus budidaya tanaman tertentu.

Menurutnya, dengan menanam aneka sayuran saat ini, tidak menggunakan pupuk apa pun. Nanan, mengaku karena lahan garapan baru, hingga diyakini masih subur dan tidak memerlukan pupuk. Hasilnya pun cukup maksimal setelah panen kangkung beberapa waktu lalu.

“Sekarang, banyak warga sekitar yang datang hanya sekadar membeli kangkung atau bayam, ada yang beli Rp10 ribu atau lebih. Untuk ke tengkulak masih terus penjajakan, tapi sudah banyak juga yang datang,” ujarnya.

Selain aneka sayuran seperti bayam, kangkung, Nana juga mencoba budidaya kacang panjang, pari, timun dan kacang ijo. Semua tanaman tersebut tumbuh maksimal meski perawatan seadanya.

Untuk irigasi, Nana mengandalkan saluran comberan dari aliran rumah warga yang ada di lokasi dengan dialirkan ke lahan garapannya. Namun dia mengaku lebih dulu membuat penyaringan menggunakan sabut kelapa dan pasir, agar air yang mengalir sudah bersih.

Nana, menggarap lahan tersebut dibantu anaknya yang putus sekolah. Mereka berdua membuka lahan dari awal, yang dipenuhi pepohonan liar.

“Sebulan lah kami membuka lahan ini, karena banyak pepohonan seperti pohon karet. Saat membuka lahan banyak ditemukan ular, bahkan ada telur ular kobra,” tambah anaknya bercerita.

Setelah lahan dibuka, Nana saat ini mengaku kebingungan khawatir pemilik mengambil alih. Oleh karenanya dia mengaku akan membuat kesepakatan baru apakah sistem sewa atau bagi hasil.

Pantauan Cendana News, di lokasi lahan garapan Nana, yang berada di Jalan Raya Hankam tersebut, terlihat di belakangnya masih banyak lahan kosong yang belum tergarap. Bahkan lahan milik Nana sendiri harus bagi dua dengan pengelola sampah.

Lihat juga...