Januari Disdik Kota Bogor Verifikasi Persiapan Sekolah untuk PTM

SMP Negeri 2 Selopampang Kabupaten Temanggung, melakukan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah dengan protokol kesehatan ketat, Senin (26/10/2020) – Foto Ant

BOGOR – Dinas Pendidikan Kota Bogor, Jawa Barat, bersiap memverifikasi kesiapan sekolah untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Direncanakan dimulai Januari 2021.

Wacana tersebut dimunculkan, sambil menunggu situasi pandemi COVID-19 membaik karena saat ini tren penularanya masih tinggi. “Dinas Pendidikan sudah melakukan sosialisasi dan membagikan formulir daftar periksa ke sekolah-sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahrudin, Sabtu (12/12/2020).

Menurutnya, persiapan PTM di Kota Bogor tahapannya masih sosialisasi. Sekolah-sekolah tetap dipersiapkan untuk melaksanakan PTM, yakni untuk jenjang SMA sederajat. Baik untuk fasilitas maupun protokol kesehatan dan penerapan adaptasi kebiasaan baru. Namun, verifikasi fasilitas protokol kesehatan maupun sarana dan prasarana lainnya belum dilakukan.

Hal itu dikarenakan di Kota Bogor saat ini tren penularan COVID-19 masih tinggiDinas Pendidikan, menunggu informasi dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bogor, mengenai tingkat risiko, kesiapan layanan kesehatan, namun demikian tetap mempersiapkan sekolah untuk melaksanakan PTM. “Karena itu Dinas Pendidikan baru akan melakukan verifikasi kesiapan sekolah pada Januari 2021. Dinas Pendidikan masih menunggu arahan dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bogor sampai situasi pandemi COVID-19 dianggap relatif aman,” katanya.

Fahrudin menyebut proses dan prosedurnya adalah, Dinas Pendidikan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan menyampaikan formulir daftar periksa. Sekolah-sekolah diminta menyiapkan fasilitas protokol kesehatan serta sarana dan prasarana lainnya. Penyiapan fasilitas dengan menyediakan petugas melakukan pengecekan temperatur tubuh siswa, menyediakan tempat cuci tangan dengan air dan sabun, hand sanitizer, menyiapkan masker. Sekolah juga menyiapkan sarana ruang kelas dengan meja dan kursi yang berjarak minimal satu meter.

Menurut Fahrudin, sekolah yang fasilitas protokol kesehatan maupun sarana dan prasarananya dinyatakan siap, harus mendapat persetujuan dari Komite Sekolah dan orang tua siswa, ketika akan menjalankan PTM. “Persetujuan ini dari masing-masing orang tua. Kalau ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya mengikuti PTM, kata dia, tidak bisa dipaksa, karena siswa masih bisa belajar online dari rumah,” katanya.

Setelah semua persyaratan dinilai terpenuhi dan ada izin dari Komite Sekolah serta orang tua siswa, baru kemudian diusulkan kepada wali kota, untuk mendapat izin apakah sudah bisa melaksanakan PTM atau belum. Fahrudin menambahkan, pelaksanaan PTM tidak dilakukan sekaligus. Tetapi bertahap, dan pola belajarnya kombinasi. Hanya dua hari per-minggu. “Misalnya, kelas tiga hari Senin dan Kamis, kelas dua hari Selasa dan Jumat, serta kelas satu hari Rabu dan Sabtu,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...