Jasa Marga Catat 150.964 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Jelang Tahun Baru

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — PT Jasa Marga mencatat, sejak H-2 tahun baru, Rabu (30/12/2020) kemarin sudah 150.961 kendaraan meninggalkan Jakarta. Diprediksi puncak volume lalu lintas (lalin) kendaraan keluar daerah akan terjadi malam ini.

Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru dalam sebuah kegiatan, Kamis (31/12/2020) di Kantor Jasa Marga, Bekasi. Foto Humas Jasa Marga

“Jumlah itu merupakan kumulatif arus lalin dari beberapa Gerbang Tol (GT) Barrier/Utama, yaitu GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur), GT Cikupa (arah Barat), dan GT Ciawi (arah Selatan),” ujar Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru dalam keterangan pers yang diterima Cendana News, Kamis (31/12/2020).

Menurut Dwimawan, jumlah kendaraan tersebut mengalami peningkatan sekitar 9,4 persen jika dibandingkan lalin new normal.

“Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jakarta dari ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 75.669 kendaraan menuju arah Timur, 41.345 kendaraan menuju arah Barat, dan 33.947 menuju arah Selatan,” jelas Dwimawan.

Adapun rincian distribusi lalin yang dicatat Jasa Marga antara lain, Arah Timur melalui GT Cikampek Utama 1, dengan jumlah 41.345 kendaraan meninggalkan Jakarta, naik sebesar 36,3 persen dari lalin new normal.

GT Kalihurip Utama 1, dengan jumlah 34.324 kendaraan meninggalkan Jakarta, naik 19,1 persen dari lalin normal.

Kemudian yang keluar dari Arah Barat Lalin meninggalkan Jakarta menuju arah Barat melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebesar 41.345 kendaraan, turun 10.9 persen dari lalin new normal.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah Selatan/Lokal melalui GT Ciawi 1 Jalan Tol Jagorawi sebanyak 33.947 kendaraan, naik sebesar 4,5 persen dari lalin new normal.

“Kami mengimbau kepada pengguna jalan tol agar dapat mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol. Pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, mematuhi protokol kesehatan (menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak) saat berada di Tempat Istirahat, isi BBM dan saldo uang elektronik yang cukup, serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas serta istirahat jika lelah berkendara,” ungkap Dwimawan.

Di tempat berbeda, Mulyadi, Warga Jakarta yang pada hari kemarin melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bandung mengaku arus kendaraan selama perjalanannya ramai lancar.

“Alhamdulillah sih lancar. Saya masuk dari tol Fatmawati, Jakarta Selatan sampai keluar tol Soreang, Kabupaten Bandung kira-kira cuma empat jam. Normal lah,” katanya saat ditemui di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Mulyadi juga tidak melihat ada tumpukan kendaraan di sepanjang jalan menuju Bandung, termasuk di rest area.

“Iya mungkin karena masyarakat juga kebanyakan tidak berpergian ya. Soalnya Corona masih tinggi peningkatannya. Saya juga hanya sebentar, pagi ini udah balik lagi ke Jakarta,” pungkas Mulyadi.

Lihat juga...