Jelang Nataru, Harga Sayuran di Yogyakarta Melambung

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru, sejumlah komoditas bahan pokok di kota Yogyakarta mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Kenaikan khususnya terjadi pada sejumlah komoditas seperti sayuran, telur, hingga minyak goreng curah. 

Berdasarkan pantauan Cendana News di Pasar Tradisional Prawirotaman Yogyakarta, harga cabai rawit di tingkat konsumen saat ini diketahui mencapai Rp48-50ribu per kilogram. Harga tersebut naik sekitar 20 persen dari seminggu sebelumnya yang ada di kisaran Rp35-40ribu per kilogram.

Sementara harga cabai keriting merah, terpantau masih berada di kisaran Rp55ribu per kilogram, cabai keriting hijau di kisaran Rp28ribu per kilogram. Sedangkan cabai teropong berada di kisaran Rp70ribu per kilogram, dan cabai teropong hihau berada di kisaran harga Rp35ribu per kilogram.

“Hampir semua jenis sayuran naik. Terong yang semula Rp6ribu sekarang sudah Rp10ribu per kilo. Begitu juga dengan sawi hijau yang naik dari semula Rp5ribu per ikat menjadi Rp7ribu per ikat. Kacang panjang juga naik, sekarang Rp8ribu per ikat kecil. Padahal sebelumnya hanya Rp6ribu per ikat,” ujar salah seorang pedagang, Poniem (60), Selasa (22/12/2020).

Poniem menyebut kenaikan harga sayuran ini lebih disebabkan karena minimnya stok di pasaran. Kondisi cuaca, selama musim penghujan ini, dinilai menjadi penyebab utama banyaknya petani mengalami gagal panen akibat tanaman sayur mereka rusak atau mati.

Selain sayuran, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lain seperti telur. Harga telur ayam di tingkat konsumen saat ini terpantau berada di kisaran Rp27ribu-Rp28ribu per kilogram. Harga tersebut meningkat dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp24ribu-Rp25ribu per kilogramnya.

“Minyak goreng curah juga naik. Sekarang sudah di kisaran Rp13ribu per liter. Naik dari sebelumnya Rp12ribu per liter. Kalau untuk beras, gandum dll semua relatif masih normal,” ujar pedagang lainnya Nur.

Lihat juga...