Jelang Nataru, Omzet Penjualan Kue di Lamsel Meningkat

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Menjelang Natal dan Tahun Baru, sejumlah pelaku usaha skala kecil pembuatan kue dan pedagang di Lampung Selatan mengalami peningkatan permintaan. Sejak dua pekan ini, omzet meningkat cukup signifikan.

Marsudi, pedagang kue di pasar Bakauheni, Lampung Selatan menyebut permintaan kue kering mulai meningkat sejak dua pekan terakhir. Jenis kue yang disiapkan di tokonya berupa kacang mede, keripik pisang, emping, kerupuk, cokelat dan berbagai jenis kue lainnya.

Sempat mengalami kelesuan imbas pandemi Covid-19 dengan omzet penjualan yang menurun, Marsudi bilang libur Nataru memberi keuntungan baginya. Permintaan kue kering, didominasi pembelian dengan sistem kiloan. Setiap kue dijual bervariasi, mulai harga Rp20.000 hingga Rp70.000. Jenis keripik pisang, singkong, dijual Rp20.000 per kilogram dan emping melinjo Rp70.000.

Siti (kiri) membantu menyelesaikan proses pembuatan kue babon pesanan di tempat usaha kue milik Veronica Sundari, Selasa (22/12/2020). -Foto: Henk Widi

Ia menyebut, permintaan kue kering sebelum Nataru rata rata mencapai 100 kilogram per hari. Mendekati Nataru, permintaan kue meningkat menjadi 350 kilogram lebih. Pembeli kue kering di tokonya didominasi sejumlah ibu rumah tangga yang berlibur ke wilayah Lampung Selatan. Warga yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru memilih membeli kue di tokonya.

“Kue kering yang dijual sebagian merupakan produksi sejumlah usaha rumahan. Peningkatan permintaan dari konsumen ikut mendorong produksi bertambah di sejumlah usaha kecil di pedesaan,” terang Marsudi, saat ditemui Cendana News, Selasa (22/12/2020).

Menurut Marsudi, dalam kondisi normal permintaan kue kering mengandalkan wisatawan yang datang ke Lamsel. Sejumlah objek wisata pantai dan wisata buatan, mendorong kunjungan wisatawan asal Banten, Jakarta. Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, wisatawan yang berkunjung sebagian membeli kue kering sebagai oleh-oleh.

Saat kondisi normal, katanya, omzet harian dari penjualan kue rata-rata mencapai Rp3juta. Namun mendekati Nataru, omzetnya bisa mencapai Rp5juta. Permintaan yang meningkatkan itu karena pembelian rata-rata lebih dari 10 kilogram kue per orang. Sebagai strategi untuk menarik pelanggan, ia kerap memberikan diskon.

“Pembelian dalam jumlah banyak kerap diberi potongan harga, agar konsumen bisa datang kembali,” bebernya.

Pedagang kue lain bernama Subagio, menyebut selain kebutuhan Nataru, permintaan kue juga berasal dari warga yang akan melakukan hajatan. Sejumlah warga yang akan melakukan pesta pernikahan kerap membeli kue dalam jumlah banyak. Peningkatan volume penjualan kue dan omzet meningkat dua kali lipat dibandingkan saat libur lebaran Idulfitri.

“Saat liburan Idulfitri, pelaku perjalanan tidak boleh melintas melalui pelabuhan Bakauheni, kini diperbolehkan sehingga mendorong peningkatan konsumen,”cetusnya.

Dampak positif bagi sejumlah pelaku usaha penjualan kue, menurutnya dengan bergairahnya produsen kue. Melimpahnya hasil pertanian pisang yang diolah menjadi keripik ikut membantu petani sebagai pemasok bahan baku. Sebab, hasil produksi pisang dalam bentuk keripik bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dijual dalam kondisi mentah.

Permintaan kue jelang Nataru yang meningkat diakui oleh Veronica Sundari. Salah satu pelaku usaha kecil skala rumahan itu mendapat pesanan berbagai kue kering yang meningkat jelang Natal. Meski tradisi kunjungan kala Natal dibatasi imbas pandemi Covid-19, sebagian warga menyiapkan kue untuk menyambut tamu. Jenis kue yang dibuat meliputi bolu tape panggang, semprong, keripik, babon, dan jipang.

“Kue yang kami buat tradisional sesuai permintaan dari pelanggan, sehingga ikut memberdayakan warga sekitar untuk produksi kue,”cetusnya.

Wanita yang sempat mengajukan bantuan presiden untuk UMKM sebesar Rp2,4 juta itu mengaku, omzet yang meningkat membantu permodalan. Modal yang diberikan digunakan untuk menambah alat produksi yang lebih modern. Sebab, semula ia masih memakai tungku tanah dan diganti dengan oven berbahan bakar gas.

Lihat juga...