Jelang Nataru, Pengiriman Kebutuhan Pokok Via Bakauheni Meningkat

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Pelaku usaha ekspedisi alami peningkatan pengiriman jelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). Saragih, salah satu pengemudi truk ekspedisi, sejak akhir November telah melakukan enam kali pengiriman barang kebutuhan pokok, meliputi sayuran, buah dan beras asal Berastagi, Sumatera Utara.

Pengiriman sebutnya meningkat dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Meski demikian Saragih bilang kondisi cuaca menghambat proses pengiriman barang. Kendala yang dihadapi meliputi kondisi akses jalan terkena banjir dan cuaca buruk saat menyeberang memakai kapal. Pengiriman barang kebutuhan pokok ditujukan ke pasar induk Kramat Jati untuk pedagang pengecer.

Pengiriman kebutuhan pokok sebut Saragih seiring dengan permintaan masyarakat yang meningkat. Jenis kebutuhan pokok sebagian dikirim sebelum hari raya Natal sebagian sebelum tahun baru. Pemeriksaan barang sebutnya diperketat oleh personil gabungan di Pelabuhan Bakauheni. Proses pembelian tiket online telah dilakukan oleh pengurus ekspedisi.

“Pengemudi akan mengirimkan identitas berupa KTP selanjutnya pembelian tiket dilakukan menggunakan sistem online sehingga sesampainya di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni bisa langsung masuk ke kapal sehingga pengiriman barang lebih cepat,” terang Saragih saat ditemui Cendana News, Jumat (18/12/2020).

Saragih, pengemudi kendaraan truk pengangkut jeruk asal Medan tujuan Jakarta menunggu kapal di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (18/12/2020). -Foto Henk Widi

Sekali pengiriman barang ia menyebut membawa sebanyak 2 ton muatan. Imbas cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang pasang perjalanan kapal dari Bakauheni ke Merak terhambat. Semenjak dua pekan terakhir ia membutuhkan waktu sekitar tiga jam dari normalnya hanya dua jam. Meski perjalanan di laut terlambat, penggunaan akses jalan Tol Sumatera mempercepat tiba di Bakauheni.

Membawa kebutuhan pokok berupa jeruk Saragih menyebut risiko barang membusuk kerap terjadi. Sebagai solusi mengantisipasi kerusakan barang dalam pengiriman ia memilih melakukan perjalanan malam hari. Meski demikian akibat akses jalan yang rusak pada sejumlah ruas di Jalan Lintas Sumatera ia kerap alami keterlambatan.

“Sekarang perusahaan ekspedisi kerap memilih memakai dermaga eksekutif karena kapal hanya membutuhkan waktu tempuh satu jam,” cetusnya.

Sugiyono, pemilik usaha ekspedisi CV Dian Jaya menyebut setiap hari puluhan truk ekspedisi diseberangkan. Dekati Nataru ia menyebut volume kendaraann ekspedisi yang menyeberang dari pulau Sumatera ke Jawa meningkat dua kali lipat. Permintaan sejumlah kebutuhan pokok berupa pisang,kelapa,sayuran dan berbagai jenis kebutuhan bumbu untungkan pengusaha ekspedisi.

“Normalnya sehari hanya diseberangkan maksimal sepuluh kendaraan jelang Nataru bisa mencapai belasan truk,” bebernya.

Kendaraan ekspedisi pengangkut barang sebutnya akan membeli tiket satu jam sebelum naik kapal. Sebab sistem penjualan tiket secara online memudahkan pengemudi setibanya di Pelabuhan Bakauheni. Jumlah kapal beroperasi mencapai 30 unit per hari memudahkan kendaraan ekspedisi memilih pelayanan kapal yang lebih cepat. Semakin cepat tiba di tujuan,potensi kerusakan barang bisa diminimalisir.

Tanggamus Hutabarat, ketua Dewan Pimpinan Cabang Federasi Transportasi, Industri Umum dan Angkutan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPC FTA SBSI) Lamsel menyebut terjadi peningkatan arus kendaraan. Angkutan barang yang meningkat sebutnya menguntungkan bagi sejumlah pelaku usaha ekspedisi. Selain menggunakan Pelabuhan Bakauheni, sebagian truk ekspedisi menyeberang melalui pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya.

“Kendaraan pengangkut sembako yang harus cepat tiba di tujuan memakai pelabuhan ASDP, pengangkut barang lain melewati pelabuhan BBJ,” sebutnya.

Peningkatan arus penyeberangan barang sebut Tanggamus Hutabarat ikut terimbas pandemi. Sebab sebagian distributor yang menerima barang mulai mengurangi pasokan. Meski mengalami peningkatan pengiriman barang jelang Nataru jumlah tersebut lebih sedikit dibanding saat lebaran Idul Fitri. Beroperasinya tujuh dermaga semakin memperlancar pengiriman kebutuhan pokok dari Sumatera ke Jawa.

Lihat juga...