Jelang Tahun Baru, Barito Utara Tutup Tempat Wisata

Warga melintas di kawasan pintu gerbang tempat wisata Air Terjun Jantur Doyam di wilayah Kecamatan Lahei Barat Jalan Negara Kilometer 18 Muara Teweh-Puruk Cahu, Rabu (30/12/2020) – Foto Ant

MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dalam hal ini Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, menutup seluruh tempat objek wisata menjelang libur tahun baru.

Penutupan dilakukan mulai 31 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021. Kebijakan tersebut untuk mencegah penularan COVID-19. “Dalam penutupan tersebut, ada tim bersama petugas objek wisata yang akan menjaga dan menertibkan portal di lokasi, agar tidak ada warga atau pengunjung yang berwisata selama objek wisata ditutup,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Barito Utara, Annisa Cahyawati di Muara Teweh, Rabu (30/12/2020).

Sejumlah tempat wisata itu di antaranya, Dam Trinsing dan kawasan Bumi Perkemahan Panglima Batur yang masing-masing di Kecamatan Teweh Selatan, kemudian Air Terjun Jantur Doyam di Kecamatan Lahei Barat di Jalan Negara Kilometer 18 Muara Teweh – Puruk Cahu, serta kawasan wisata lainnya.

Penutupan tempat wisata untuk menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Barito Utara Nomor 443.1/185/XII/Satgas COVID-19 tertanggal 28 Desember 2020, tentang peningkatan penanganan COVID-19 dalam rangka menyambut Tahun Baru 2021 di wilayah Kabupaten Barito Utara. Surat tersebut ditandatangani Bupati setempat Nadalsyah, untuk ditujukan kepada masyarakat setempat.

SE ini menindaklanjuti Maklumat Kapolri Nomor : Mak/4/XII/2020, Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, serta Surat Edaran Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 443.1/193/Satgas COVID-19 tentang peningkatan upaya penanganan COVID-19 di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam SE tersebut ada delapan poin yang disampaikan yaitu, menjaga kesehatan diri sendiri dengan cara selalu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Kemudian, membatasi perjalanan ke luar daerah pada saat libur tahun baru. Poin selanjutnya dilarang melakukan perayaan tahun baru dengan melaksanakan pesta kembang api, mercon, petasan, live musik dan hiburan lain yang dapat menimbulkan kerumunan.

Tempat hiburan seperti karaoke, tempat hiburan malam, kafé, warung kopi atau coffe shop dan tempat-tempat lain sejenis yang berpotensi mengumpulkan orang banyak agar tidak melakukan aktivitas sejak 31 Desember 2020 sampai 2 Januari 2021.

Selanjutnya, objek wisata ditutup mulai 1 sampai dengan 3 Januari 2021, dan dilarang kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengunjungi tempat objek wisata. Kemudian, warung makan, angkringan, warung tenda dan warung-warung sejenis, diperbolehkan buka sampai pukul 22.00 WIB. Masyarakat yang ingin merayakan tahun baru, agar dilakukan di rumah masing-masing dengan cara sederhana. Dan poin terakhir, ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan. (Ant)

Lihat juga...