Jutaan Debitur di Soloraya Ajukan Subsidi Bunga

SOLO — Jutaan debitur di Soloraya, Jawa Tengah, mengajukan subsidi bunga untuk meringankan beban pengembalian kredit khususnya selama pandemi COVID-19.

“Dari data kami, khusus dari BPR dan BPRS jumlah debitur yang sudah memperoleh subsidi bunga sampai dengan posisi November sebanyak 76.524 debitur,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta Eko Yunianto di Solo, Kamis (10/12/2020).

Subsidi bunga yang telah direalisasikan oleh pemerintah sebesar Rp21,33 miliar. Khusus realisasi subsidi bunga melalui Himpunan Bank Negara (Himbara) serta BPD Jawa Tengah sudah diberikan kepada sebanyak 1.503.970 debitur.

“Akumulasi subsidi bunga yang telah direalisasikan oleh pemerintah melalui Himbara dan BPD sebesar Rp309,94 miliar,” katanya.

Jika dilihat dari jenis kredit, dikatakannya, 31 persen di antaranya merupakan debitur non-KUR (kredit usaha rakyat) dan sisanya KUR. Selanjutnya dari sisi akumulasi kredit masing-masing 50 persen untuk KUR dan non-KUR.

Sementara itu, selain subsidi bunga pemerintah juga memberikan fasilitas restrukturisasi kredit untuk debitur yang usahanya terdampak COVID-19.

Terkait restrukturisasi kredit, OJK mencatat jumlah debitur yang mengikuti program restrukturisasi di wilayah Kantor OJK Surakarta sebanyak 245.064 dengan nominal Rp18,776 triliun.

Jika dirinci, untuk bank umum sebanyak 163.053 debitur dengan nominal Rp15,169 triliun, BPR dan BPRS sebanyak 12.823 debitur dengan nominal Rp1,468 triliun, perusahaan pembiayaan dengan 65.047 debitur dan nominalnya mencapai Rp1,967 triliun.

“Untuk PT Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani masing-masing sebanyak 3.362 dan 779 debitur dengan nominal Rp81,124 miliar dan Rp88,178 miliar,” katanya. (Ant)

Lihat juga...