Kab/Kota di Jateng Diminta Bersiap Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta seluruh kabupaten/kota untuk bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Seiring prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terkait potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat, yang melanda sebagian besar wilayah Jawa Tengah.

Termasuk mulai meluapnya Sungai Bengawan Solo, yang membanjiri wilayah di Kabupaten Karanganyar.

“Saya minta seluruh wilayah di Jateng, bupati/walikota serta petugas baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi maupun Kabupaten/Kota, untuk kembali mengecek kesiapan peralatan dan perlengkapan kebencanaan. Termasuk kesiapan tanda peringatan dini bencana di masing-masing daerah,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di rumah dinas, Puri Gedeh Semarang, Selasa (15/12/2020).

Hal tersebut perlu dilakukan mengingat prediksi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Jateng, hingga tiga hari ke depan. Khususnya, wilayah yang saat ini sudah masuk dalam peta bencana Jateng.

“Termasuk di wilayah sepanjang aliran sungai Bengawan Solo untuk siaga. Terutama menyiapkan tempat pengungsian dengan protokol kesehatan ketat. Wilayah Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar dan Wonogiri untuk bersiaga,” lanjutnya.

Tidak hanya di wilayah Solo Raya, pihaknya juga meminta kesiapan dari wilayah lain seperti Cilacap, Banyumas, Pekalongan hingga Kota Semarang yang kerap langganan rob. Selain itu juga wilayah lain yang berpotensi rawan longsor, untuk diberikan peringatan.

“Jika situasinya menjadi tak terkendali, maka segera lakukan pengungsian, namun dengan mengutamakan penerapan protokol kesehatan ketat di tempat pengungsian. Bisa dicontoh langkah yang dilakukan Pemkab Magelang, dalam penanganan tempat pengungsian saat ada peningkatan aktivitas Gunung Merapi kemarin,” tambahnya.

Terpisah, Kepala BMKG Ahmad Yani Semarang, Achadi Subarkah Raharjo menyebutkan, berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer, cuaca ekstrem akan terjadi di wilayah Jateng pada 15 – 17 Desember 2020.

“Dalam beberapa hari kedepan potensi masa udara yang labil serta kelembaban udara, yang cukup tinggi dari lapisan bawah hingga lapisan atas pada atmosfer. Termasuk adanya shear line atau belokan angin dan konvergensi, yang berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Jateng, kita prediksi akan menyebabkan cuaca cukup ekstrem, dengan curah hujan lebat, ” terangnya.

Masyarakat pun dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati, terhadap potensi cuaca ekstrem  tersebut. “Patut diwaspadai potensi angin puting beliung, hujan lebat disertai kilat hingga hujan es. Termasuk dampak yang ditimbulkannya, sebagai bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, hingga tanah longsor,” tambahnya.

Diprediksi cuaca ekstrem tersebut akan terjadi pada tanggal 16 Desember 2020 di wilayah Kabupaten Brebes, Kab/Kota Tegal, Pemalang, Kab. Pekalongan, Batang, Kendal, Cilacap,Purwokerto, Banyumas, Kebumen, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Kab. Magelang, Kab/Kota Semarang, Salatiga, Ambarawa, Wonogiri, Klaten, Boyolali, Sragen, Sukoharjo, Purworejo, Demak, Karanganyar, Surakarta, Pati, Rembang, Kudus, Purwodadi, Blora, Cepu dan sekitarnya.

Sementara, pada 17 Desember 2020, terjadi di Kab. Brebes, Kab. Tegal, Kab/Kota Pekalongan, Banyumas, Purwokerto, Demak, Pati, Jepara dan sekitarnya.

Lihat juga...