Lebaran CDN

Kasus Baru Ratusan, Kecamatan Zona Merah di Kebumen Bertambah

Editor: Makmun Hidayat

KEBUMEN — Dalam dua hari terakhir penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kebumen bertambah sangat banyak. Hari ini, Jumat (25/12/2020) pasien positif bertambah 130 orang dan sehari sebelumya pada Kamis (24/12/2020) kasus positif bertambah 141 orang. Jumlah kecamatan yang masuk zona merah juga bertambah.

Koordinator Humas Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto mengatakan, banyaknya penambahan kasus positif dalam dua hari terakhir dimungkinkan karena akumulasi hasil tes laboratorium yang terlambat diterima. Namun, ia mengakui, jika penambahan tersebut cukup signifikan menambah deretan panjang kasus positif di Kebumen.

“Dalam dua hari terakhir ada penambahan kasus positif Covid-19 hingga 271 orang. Untuk kecamatan yang masuk zona merah juga bertambah, jika sebelumnya hanya satu kecamatan, sekarang ada tiga kecamatan,” terangnya.

Koordinator Humas Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto di Kebumen, Jumat (25/12/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Tiga kecamatan yang masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19 di Kebumen yaitu, Kecamatan Kebumen, Kecamatan Ayah dan Kecamatan Rowokele. Sedangkan yang masuk zona orange ada 22 kecamatan dan yang masuk zona kuning hanya satu, yaitu Kecamatan Pejagoan. Untuk desa dan kelurahan, masih sama yaitu ada 10 desa yang masuk zona merah. Kabupaten Kebumen sendiri masuk dalam zona orange.

Lebih lanjut Cokro Aminoto menjelaskan, dengan adanya penambahan kasus positif yang sampai ratusan tersebut, maka sampai saat ini kasus terkonfirmasi positif di Kebumen total ada 4.026 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak  402 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, 649 orang menjalani isolasi dan 7 orang harus dirujuk. Sedangkan untuk jumlah pasien positif yang meninggal dunia total ada 123 orang dan yang sudah dinyatakan sembuh ada 2.845 orang.

Melihat perkembangan kasus positif Covid-19 tersebut, Tim Gugus Tugas sudah melakukan pengkajian dan analisa kasus. Hasil kajian menunjukan, bahwa kasus Covid-19 di Kebumen masih sangat berpotensi untuk naik. Sehingga berbagai upaya pencegahan harus terus gencar disosialisasikan kepada masyarakat.

“Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) harus terus digencarkan, supaya masyarakat Kebumen terbiasa menerapkannya, ini salah satu cara pencegahan efektif,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kebumen, dr Dwi Budi Satrio mengatakan, hari ini dilakukan sterilisasi wilayah di Kecamatan Katangsambung dan wilayah perkotaan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen juga sudah mulai melakukan rapid antigen.

“Kalau untuk sosialiasasi adaptasi kebiasaan baru, kita tidak pernah berhenti, terus kita lakukan dengan menggandeng jajaran TNI, Polri serta tokoh masyarakat dan tokoh agama,” katanya.

Lihat juga...