Kasus positif Virus Corona Kalteng Terbanyak di Kobar dan Palangka Raya

PALANGKA RAYA — Berdasarkan data terbaru yang dirilis Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Tengah pada Minggu, kasus konfirmasi positif terbanyak yakni Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kota Palangka Raya.

“Perkembangan data COVID-19 ini yang kami himpun akumulasinya pada 27 Desember 2020 hingga pukul 15.00 WIB,” kata Ketua Satgas Sugianto Sabran, melalui Kepala Bagian Kehumasan Satgas Agus Siswadi dalam rilisnya, Minggu.

Kumulatif terkonfirmasi positif Kotawaringin Barat mencapai 1.995 kasus, terdiri dari 683 dalam perawatan, 1.277 sembuh dan 35 meninggal, serta Palangka Raya sebanyak 1.910 kasus, terdiri dari 357 dalam perawatan, 1.463 sembuh dan 90 meninggal.

Selanjutnya Kotawaringin Timur sebanyak 1.090 kasus, terdiri dari 300 dalam perawatan, 753 sembuh dan 37 meninggal, Kapuas 940 kasus, terdiri dari 94 dalam perawatan, 820 sembuh dan 26 meninggal, serta kabupaten lainnya di Kalteng.

Adapun kumulatif terkonfirmasi positif COVID-19 Kalteng kini mencapai 9.445 kasus, terdiri dari 2.190 dalam perawatan, 6.990 sembuh dan 265 meninggal.

Dijelaskan pada hari ini terjadi penambahan konfirmasi positif sebanyak 85 orang, yaitu di Palangka Raya 21 orang, Katingan satu orang, Kobar 17 orang, Sukamara 14 orang, Seruyan 16 orang, Kapuas empat orang, Barito Selatan dua orang, Barito Timur satu orang, Barito Utara enam orang dan Murung Raya tiga orang.

Sembuh bertambah 123 orang, yaitu di Palangka Raya lima orang, Kotim 27 orang, Kobar 40 orang, Sukamara 18 orang, Seruyan delapan orang, Kapuas 15 orang, Barut tujuh orang dan Mura tiga orang.

Meninggal bertambah empat orang, yaitu di Palangka Raya, Kobar, Sukamara, serta Pulpis, sehingga tingkat kematiannya atau ‘case fatality rate’ (CFR) 2,8 persen.

Kemudian hingga saat ini, jumlah orang yang diperiksa swab atau suspek bertambah 16 orang, sehingga dari semula 33.707 orang, kini menjadi 33.723 orang.

“Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kalimantan Tengah selalu mengingatkan masyarakat, agar mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai sebaran virus tersebut, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, hingga menjaga jarak ataupun menghindari kerumunan,” jelas dia. [Ant]

Lihat juga...