KBRI Ajak Manfaatkan Peluang Ekspor Pakan Ternak ke Brunei

BATAM — Kedutaan Besar RI di Bandar Seri Begawan mengajak pelaku usaha di Indonesia untuk memanfaatkan peluang ekspor pakan ternak ke Brunai Darussalam, yang tengah mengembangkan peternakan.

“Brunei baru mulai mengembangkan industri peternakan kambing, domba dan sapi,” kata Fungsi Ekonomi I KBRI Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Yogo Pamungkas, dalam webinar potensi bisnis yang digelar Al Ahmadi Entrepreneurship Centre, Kamis (3/12/2020).

Ia mengatakan Brunei relatif belum memiliki industri pakan ternak yang mendukung, sehingga peluang itu bisa dimanfaatkan pelaku usaha Tanah Air.

Selain pakan ternak, ia mengatakan potensi selanjutnya yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha dalam negeri adalah ekspor onderdil atau suku cadang mobil. Ia mengatakan populasi kendaraan roda empat di negara itu mencapai 500.000 unit dari berbagai jenis dan tahun.

Potensi lainnya adalah tekstil dan produk garmen lainnya. Menurut dia, warga Brunei menyukai dan mengikuti produk mode (fesyen) Indonesia. Mereka menyukai pola dan corak perancang busana asal Indonesia.

Bahkan tidak jarang, mereka suka berbelanja langsung ke Indonesia untuk menambah koleksi pakaian dan ada pula yang dijual kembali di sana.

Karena saat pandemi pintu perbatasan ditutup, maka peluang ekspor produk mode dari Indonesia relatif besar.

Hanya saja, ia mengingatkan terdapat beberapa batasan yang harus dipatuhi produsen yang hendak ekspor, menyesuaikan ketentuan negara setempat mengenai gambar dan tulisan dalam produk garmen.

Sementara itu nilai ekspor produk nonmigas Indonesia ke Brunei Darussalam meningkat selama masa pandemi COVID-19.

Yogo Pamungkas mengatakan sepanjang Januari-Agustus 2020 ekspor Indonesia melonjak 35,81 persen. Pada Januari-Agustus 2019 ekspor nonmigas Indonesia ke Brunei sebesar 57,1 juta dolar AS dan di periode yang sama pada 2020 mencapai 77,5 juta dolar AS,

“Padahal sama-sama sedang COVID-19. Tapi justru orang Brunei banyak belanja di dalam negeri saat COVID-19,” kata Yogo.

Menurut dia, banyak warga Brunei Darussalam yang gemar berbelanja di luar negeri, seperti ke Singapura dan Malaysia. Namun saat pandemi dan perjalanan antarnegara ditutup, maka masyarakat Negara Jiran itu harus membeli kebutuhan di dalam negeri. (Ant)

Lihat juga...