Kearifan Lokal Kunci Pelestarian Lingkungan Berkelanjutan di Lamsel

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Menjaga kelestarian lingkungan dengan mempertahankan pohon masih menjadi kearifan lokal warga Lampung Selatan. Sistem perhutanan sosial jadi cara warga mendapat manfaat berkelanjutan.

Subanjar, warga perbukitan Desa Bakauheni menyebut a perkebunan semi kehutanan dengan penanaman polikultur dipertahankan.

Memanfaatkan perbukitan menjadi terasering atau sengkedan dilakukan Subanjar memakai berbagai jenis tanaman kayu keras. Dipertahankan warga selama puluhan tahun sistem sengkedan jadi kearifan lokal untuk penyerapan air. Sengkedan untuk konservasi dilakukan dengan membuat teras teras tanah diperkuat memakai batu alam.

Rekayasa hayati atau bioengineering secara tradisional dilakukan olehnya memakai berbagai jenis pohon. Pohon produktif penghasil buah sengaja ditanam pada sejumlah sengkedan. Penahan utama sengkedan sebut Subanjar memakai jenis bambu jepang dengan perakaran kuat namun rumpun terbatas. Pada lahan teras ditanami pohon buah.

“Jenis bambu jepang memiliki rumpun kecil sehingga tidak akan mengganggu tanaman lain dan pada teras tanah masih bisa ditanami pepohonan buah meliputi alpukat, mangga, durian, kemiri dan tanaman produktif lain yang memiliki manfaat jangka panjang,” terang Subanjar saat ditemui Cendana News, Rabu (30/12/2020).

Jenis tanaman produktif menurut Subanjar meniru konsep polikultur pada perhutanan sosial. Masyarakat Lamsel sebutnya akrab dengan pola penanaman beragam jenis tanaman pada satu lahan. Selain dirinya warga di wilayah Bakauheni dikenal memanfaatkan perbukitan untuk penanaman komoditas kakao, cengkeh, kelapa, alpukat dan tanaman produktif. Cara tersebut memberi manfaat konservasi berkelanjutan.

Subanjar memanfaatkan lahan perbukitan di Desa Bakauheni, menanam pepohonan jenis bambu jepang dan tanaman buah alpukat, jengkol dan durian, Rabu (30/12/2020). -Foto Henk Widi

Pada jangka panjang Subanjar bilang ia bisa memperoleh pasokan air melalui sumur gali. Pada sebagian wilayah yang rawan longsor jenis tanah merah, tanah putih diantipasi memakai tanaman kayu keras. Wilayah kepayang,pematang macan,pematang malang dan perbukitan legok Noong tetap dilestarikan warga dengan beragam tanaman.

Lihat juga...