Kejurda Paralayang se-Sulteng Diikuti 26 Atlet

Asgaf Umar, salah satu atlet senior paralayang Sulteng - Foto Ant

DONGGALA – Sebanyak 26 atlet, dari sejumlah daerah di Sulaweso Tengah (Sulteng) berlaga di Kejuaraan Daerah (kejurda) paralayang se-Sulawesi Tengah. Kejurda digelar di Bukit Valombo, Kabupaten Donggala, 18-20 Desember 2020.

Ketua Pengprov Fasi Sulteng, Asgaf Umar, yang juga Ketua KONI Donggala mengatakan, kejurda digelar untuk mencari bibit atlet berbakat, yang akan dibina menjadi atlet daerah dan nasional. Kejurda pertama paralayang di Kabupaten Donggala tersebut, persertanya adalah atlet-atlet yang ada di sejumlah klub se-Sulteng.

Kejurda ini sekaligus menjadi ajang mengukur prestasi atlet yunior dan senior Sulteng, yang akan berlaga di kejuaraan regional se-Sulawesi, yang diagendakan digelar pertengahan 2021 dan PON XX di Papua pada Oktober 2021. Paralayang, adalah salah satu dari 22 cabang olahraga yang dipastikan dipertandingkan di PON XX. Ada tujuh atlet paralayang Sulteng, yang saat ini sudah meraih tiket pada event empat tahunan itu.

Wakil Bupati Donggala, M Yasin mengatakan, lokasi pertandingan yang terbilang masih baru tersebut memiliki potensi besar untuk pengembangan olahraga paralayang. Bahkan dapat mendukung pariwisata di daerah itu. Sehingga keberadaanya perlu terus dipromosikan.

Menurutnya, pemerintah desa bersama kecamatan, harus gencar mempromosikan agar lokasi tersebut bisa dikenal masyarakat luas. Meskipun sarana dan prasana, terutama jalan menuju lokasi masih perlu ditingkatkan, Pemkab Donggala berharap, lokasi paralayang di Bukit Valombo yang berhadapan langsung dengan pantai yang luas, dapat menjadi obyek wisata menarik untuk dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Pemkab Donggala mengapresiasi Pengprov Fasi Sulteng dan KONI Donggala, yang telah membuka lokasi baru paralayang dan langsung melaksanakan kejurda. “Ini sangat bagus, baik bagi kepentingan olahraga paralayang maupun pariwisata di Kabupaten Donggala,” tandas M Yasin. (Ant)

Lihat juga...