Lebaran CDN

Kemenag Dampingi Tim, Kaji Kehalalan Vaksin Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Menteri Agama Fachrul Razi, memastikan untuk ikut bersama tim halal guna memastikan aspek kehalalan dari vaksin virus corona (SARS-CoV-2) sebelum diberikan kepada masyarakat.

“Tentu Kemenag akan mendampingi bersama tim halal dan BPPOM untuk memastikan kehalalan dari vaksin virus corona tersebut,” ungkap Menag Fachrul Razi, usai bertemu sejumlah praktisi media, Jumat (18/9/2020).

Dikatakan, untuk hasilnya nanti akan diumumkan secara terbuka. Diharapkan semua pihak saat ini menyiapkan diri untuk mendapatkan vaksin virus corona untuk menanggulangi penyebarannya yang akan di mulai tahun depan.

Dia meminta seluruh elemen Satuan Tugas Halal harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menjelaskan tentang Jaminan Produk Halal (JPH) kepada masyarakat. Saat ini, Satgas Halal menjadi perpanjangan tangan Kemenag guna memberikan layanan JPH di 34 provinsi di Indonesia.

Dalam kesempatan itu dia juga menanggapi terkait kasus temuan kotak amal di minimarket yang diduga berafiliasi ke salah satu kelompok jaringan tertentu, dengan mengatakan kemungkinan itu sangat kecil terjadi.

“Jika pun ada tentunya sangat kecil, karena kotak amal biasanya penggunaannya transparan. Contohnya di masjid, pemasukan dan pengeluaran untuk apa saja tercatat dengan jelas,” ungkap Menag mengaku menjadi pembina salah satu masjid besar di wilayah Jakarta.

Terkait temuan gerakan kotak amal diduga berafiliasi ke gerakan teroris langsung mendapat tanggapan dari Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin. Dia  memastikan akan memberikan sanksi jika terbukti ada penyalahgunaan wewenang.

Kamaruddin Amin juga menegaskan banyak Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Laziswaf) yang terpercaya yang selama ini menjadi pilihan masyarakat dalam menyalurkan amal sosialnya.

Namun demikian lanjutnya, Kemenag juga akan memperketat di satu sisi dan evaluasi lembaga amil zakat. Dia memastikan Kemenag akan mengevaluasi dan memperketat dengan mendiskusikan dengan Baznas.

“kedepannya akan ada evaluasi secara komprehensif terhadap lembaga amil zakat nasional. Jika terbukti ada penyelewengan tentu diberikan sanksi. dan akan diperketat aturan,” tegasnya.

Saat ini imbuhnya, potensi penerimaan Zakat Nasional mencapai 230 triliun. Sementara realisasinya baru 3,5 persen atau sekitar Rp8 triliun.

Lihat juga...