Kemenkop UKM Berkomitmen Majukan UMKM dengan Empat Pilar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) berkomitmen mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bisa menjalani empat pilar pondasi menuju usaha skala besar pada 2021.

“Kami harapkan pelaku koperasi dan UMKM dapat beradaptasi dan bertransformasi ke skala besar usaha yang lebih baik pada 2021,” ungkap Teten Masduki, dalam sambutannya saat menjadi Keynote Speaker pada Webinar Outlook 2021 dengan Tema “Outlook 2021 Adaptasi dan Transformasi KUMKM”, yang digelar secara virtual di Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Karena menurutnya, tahun 2020 merupakan tahun penuh tantangan dengan adanya pandemi Covid-19, dimana kondisi ini juga dialami oleh 222 negara lain.

Situasi tahun 2020, sebutnya, sangat berbeda dengan krisis tahun 1998 dan 2008. Akibat pandemi Covid-19, UMKM sangat terdampak baik dari sisi supply  dan demand.

Hal ini utamanya disebabkan adanya pembatasan interaksi fisik yang menyebabkan perubahan perilaku dan juga pola konsumsi konsumen.

“Pandemi Covid-19 menjadikan sektor Koperasi dan UMKM yang paling terpukul,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, Kemenkop UKM akan mengarahkan program dan kegiatan serta anggaran dalam rangka mendukung adaptasi dan transformasi KUMKM pada 2021.

Empat pilar tersebut di antaranya, yakni Koperasi Modern, Usaha Mikro (Sektor Informal ke Formal), UKM masuk ke Rantai Pasok, dan Transformasi Wirausaha Produktif.

Dalam pelaksanaannya di tahun 2021, Kemenkop UKM  menggunakan struktur baru yang berimplikasi dari upaya pencapaian yang akan dilakukan ke arah yang lebih baik.

Dengan empat pondasi tersebut, Teten berharap pelaku KUMKM dapat naik kelas dalam mengembangkan usahanya.

“Kita jadikan KUMKM sebagai pahlawan ekonomi nasional,” tegasnya.

Terpenting lainnya, tambah dia, yakni memperkokoh peran KUMKM dalam perekonomian nasional, serta memberikan solusi bagi pengurangan kemiskinan dan pengangguran.

Selain dampak kesehatan dan perlambatan pertumbuhan ekonomi menurutnya, ada tantangan yang akan dihadapi dan perlu diantisipasi, yakni bertambahnya angka kemiskinan.

Dalam skenario sangat berat, kemiskinan diprediksi akan bertambah 4,86 juta orang sebagaimana data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) 2020.

Berikut pula angka pengangguran yang diperkirakan bertambah 9,77 juta orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 7,07 persen sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020.

Lihat juga...