Kemenkop UKM Dorong Peningkatan Produktivitas Sektor Pertanian

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) meyakini sektor pertanian memiliki kekuatan besar dalam peningkatan usaha masyarakat. Pertumbuhan sektor ini juga dinilai sangat potensial mempunyai daya saing.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM, Victoria Simanungkalit, mengatakan, pihaknya mempunyai tujuh prioritas komoditas berdaya saing dan berpotensi ekspor di bidang Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM).

Tujuh prioritas sebut dia, yakni pariwisata, kuliner, home decor, fesyen muslim, ekonomi kreatif dan information technology (Ekraf-IT), perikanan dan peternakan, serta pertanian dan perkebunan.

“Nah, dari komoditas prioritas itu, sektor pertanian memiliki pertumbuhan yang sangat stabil, potensi pengembangannya juga cukup tinggi pascapandemi Covid-19,” ujar Victoria, pada acara virtual inovasi pertanian di Jakarta, Senin (28/12/2020).

Kemenkop UKM, menurutnya, terus berupaya mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dengan berbagai program. Salah satunya telah melakukan skema pengembangan korporatisasi komoditi kelapa.

Dalam skema ini, koperasi pertanian turut andil sebagai salah satu model untuk pengembangan bisnis koperasi dengan mengintegrasikan berbagai pihak dari hulu sampai hilir.

“Melalui sistem ini, koperasi pertanian bertugas untuk menyerap produk dari para petani,” ujarnya.

Skema ini sebagai alternatif solusi dari permasalahan yang selama ini dihadapi di sektor pertanian. Yakni menurutnya, di mana proses produksi masih dikelola individu dengan kualitas kecil dan harga yang rendah, karena rantai pasok yang panjang.

“Koperasi petani akan membantu meningkatkan kuantitas dan akses permodalan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Dengan jaminan bahwa petani akan menerima hak sesuai dengan upaya yang dilakukan,” urainya.

Maka dari itu, kata Victoria, para pelaku usaha di bidang pertanian didorong agar membentuk koperasi. Kemudian disarankan meminta dinas koperasi di masing-masing provinsi untuk melakukan pendampingan terhadap mereka.

“Kalau mereka hanya individu, atau kelompok kecil mereka akan digilas oleh pengusaha besar atau pabrik besar,” tukasnya.

Namun jika mereka berkelompok, maka akan mempunyai inovasi dan berkreasi maksimal. Sehingga Victoria meyakini para pelaku usaha sektor pertanian akan memiliki kekuatan besar.

Dalam hal pengembangan, Kemenkop UKM dapat melakukan pendampingan kepada para petani dengan memberikan pinjaman melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Tentu, kami akan melihat produksi apa yang mulai dilakukan oleh kelompok petani tersebut. Diharapkan skema korporatisasi petani dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” tutupnya.

Lihat juga...