Lebaran CDN

Kemenkop UKM: Pengembangan Koperasi di 2021 Berbasis Kawasan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), Rulli Nuryanto menegaskan, pengembangan koperasi di 2021 akan dilakukan dengan berbasis pada kawasan, komunitas dan komoditas.

“Dengan begitu koperasi sebagai lembaga ekonomi sekaligus lembaga sosial, yang dapat tumbuh dan berkembang dari potensi anggotanya. Untuk membangun ekosistem yang saling menguatkan dalam suatu wilayah atau daerah, berdasarkan produk unggulan lokal,” ujar Rully, berdasarkan rilis yang diterima Cendana News, Kamis (31/12/2020) siang.

Dalam upaya mengembangkan potensi koperasi di masa pandemi Covid-19 ini, dapat dimulai dari pengelompokan berdasarkan jenisnya. Yaitu, sebut dia, koperasi konsumen sebesar 59,2 persen, jasa 20 persen, simpan pinjam 13,4 persen, produsen 4,9 persen, dan pemasaran sebesar 2,6 persen.

Jenis koperasi konsumen yang paling dominan tersebut, didorong untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk merespon kebutuhan anggotanya.

“Dengan layanan digital, koperasi dapat meningkatkan kualitas layanan pemenuhan kebutuhan konsumsi anggotanya,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, koperasi jenis konsumen pada umumnya juga menjalankan unit usaha simpan pinjam. Sehingga unit ini juga dapat memanfaatkan teknologi digital.

Namun tentunya, kebutuhan pinjaman dan layanan simpanan anggota dapat dilakukan lebih cepat, transparan dan akuntabel.

Lebih dari itu, anggota juga ikut serta dalam pengawasan terhadap pengelolaan koperasi oleh pengurus dan pengelola.

Sebagai upaya pemerintah merespon dampak pandemi bagi UMKM, Kemenkop UKM menurutnya, pengelola Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah menyalurkan bantuan permodalan kepada koperasi melalui LPDB-KUMKM.

Dana sebesar Rp1 triliun telah disalurkan kepada 63 koperasi dengan penerima manfaat (end user) sebanyak 101.011 UMKM. Ditambah Rp292 miliar yang telah disalurkan kepada 37 koperasi dengan penerima 18.218 UMKM atau 69 persen.

Sedangkan untuk merespon dampak pandemi, menurutnya, koperasi dapat menerapkan beberapa langkah strategis. Diantaranya, meningkatkan komitmen anggota terhadap koperasinya.

Sehingga identitas anggota sebagai pemilik dan pengguna jasa koperasi dapat mempertahankan kontinuitas usaha koperasi.

Selain itu, lanjut dia, perlunya meningkatkan komunikasi antara pengurus, pengawas dan pengelola koperasi kepada anggotanya.

Karena dengan menjaga kualitas komunikasi yang merupakan ujung tombak layanan kepada anggota, maka koperasi dapat bertahan di masa pandemi.

Di samping itu, Rulli juga mendorong pengurus dan pengelola dapat mengembangkan usaha online bagi anggotanya. Yang bertujuan untuk menangkap bertumbuhnya bisnis digital saat ini.

Kemenkop UKM, telah menyiapkan berbagai bentuk pelatihan kompetensi dan pendampingan kepada koperasi yang membutuhkan pengembangan usahanya.

Koperasi juga dapat melakukan kerja sama antar koperasi. Sehingga dikatakan dia, koperasi yang lebih besar dapat mendukung koperasi yang skala usahanya lebih kecil melalui kemitraan dan jaringan usaha.

Karena menurutnya, pengelolaan keuangan koperasi menjadi hal yang dapat dilakukan koperasi. Ini untuk mempertahakan likuiditas dan untuk melihat efektivitas biaya operasional yang telah dijalankan selama ini.

“Terpenting lagi, pengembangan koperasi digital menjadi prioritas yang dapat dilakukan sebagai bagian dari transformasi koperasi dalam ekosistem digital,” pungkasnya.

Lihat juga...