Kemenpora Gelar Kompetisi Juggling di Bekasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar kompetisi Juggling di wilayah Kota Bekasi dengan menggandeng klub bola. Program tersebut sebagai uji ketangkasan sekaligus menggemakan Indonesia sebagai tuan rumah World Cup 2021 untuk U-20.

Juggling atau uji ketangkasan dalam memainkan bola tersebut sudah dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia dan kini giliran wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, digelar di salah satu hotel Rawalumbu sebagai ajang sosialisasi.

“Sosialisasi ini ada di 36 titik wilayah di Indonesia. Sekarang di Kota Bekasi dengan melibatkan pelatih di bawah beberapa klub bola atau Askot. Semua peserta diberi kaos dan bola,” kata Darmo Susilo, Kabid Olahraga Prestasi Nasional, Kemenpora, kepada Cendana News, usai memberi keterangan soal Juggling di salah satu hotel di Kota Bekasi, Jumat (11/12/2020).

Dikatakan, sosialisasi program Juggling ini sifatnya sementara dalam rangka memeriahkan World Cup 2021 kategori U-20. Harapannya agar anak Indonesia mengetahui bahwa tahun depan Indonesia sebagai tuan rumah dalam kejuaraan bergengsi kompetisi kulit bundar tersebut.

Kompetisi Juggling yang digelar oleh Kemenpora melalui Deputi Bidang Peningkatan Olahraga tersebut, sifatnya hanya fun, untuk memberi semangat permainan. Hadiahnya hanya kaos Jersey PSSI yang ditandatangani oleh pemain nasional tanah air.

Untuk peserta kompetisi Juggling dibatasi mulai usia 12-16 tahun. Sementara sistem penilaian bagi peserta yang ikut kompetisi digelar di hotel yang terlama dikasih hadiah di hotel tersebut, dan disiarkan secara langsung.

“Peserta harus didaftarkan dulu, karena ini dibuka khusus, tidak umum. Hal ini karena keterbatasan,” jelasnya, selanjutnya peserta bisa menampilkan video sendiri, di-upload di Instagram milik Kemenpora.

Untuk penilaian offline, Kemenpora melihat dari sisi like terbanyak dari video Juggling.

“Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 digelar di enam provinsi meliputi Sumsel, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, dan Bali. Keenam tempat tersebut saat ini terus melakukan pembenahan,” tukas Darmo.

Hal tersebut dilakukan juga karena menyambut peninjauan dari FIFA terkait kesiapan meliputi lapangan sesuai standar internasional.

Panitia Pelaksana di Kota Bekasi, Sugeng, mengaku, hari ini baru memberikan pengarahan pelatih yang diundang untuk membawa tim guna mengikuti kompetisi secara online.

“Karena menghindari kerumunan, hari ini baru pengarahan dari Kemenpora kepada para pelatih bola yang ada di Kota Bekasi dan diberi kaos, juga bola sebagai perlengkapan mengikuti kompetisi Juggling yang dilaksanakan,” ungkap Sugeng.

Lihat juga...