Lebaran CDN

Kemnaker Motivasi Kelompok Pelaku Usaha Baru di Bekasi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Hindun Anisah, mendatangi kelompok penerima program TKM – JPS (Tenaga Kerja Mandiri – Jaring Pengaman Sosial) di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. Bantuan ini untuk mendorong pekerja membuat usaha usaha baru dengan memproduksi produk tertentu untuk dipasarkan.

Staf khusus bidang penempatan dan pembinaan tenaga kerja itu langsung mendatangi rumah produk di beberapa lokasi di Kecamatan Bekasi Barat dan Medan Satria, untuk mengunjungi dan memberi masukan dalam pengembangan produk usahanya, Selasa (22/12).

“Ini adalah monitor evaluasi (Monev) terkait bantuan yang telah diberikan dengan menyasar para pekerja formal atau sektor informal yang terdampak Covid-19,” jelas Hindun, kepada Cendana News, Selasa (22/12/2020).

Bantuan tunai tersebut untuk mendukung para pekerja yang ter-PHK, atau mereka yang selama ini fokus di informal tetapi terdampak sehingga tidak bisa melanjutkan usahanya, maka mendapat bantuan melalui kelompok yang direkomendasikan oleh kepala desa/kelurahan atau Dinas Tenaga Kerja setempat.

Menurutnya, bantuan ini masuk kategori bantuan TKM JPS (Tenaga Kerja Mandiri Jaring Pengaman Sosial) bagi yang terdampak Covid-19.

“Total ada 12 ribu kelompok penerima program ini yang diberi bantuan se-Indonesia,” ungkap Hindun saat meninjau usaha abon lele di wilayah Medan Satria.

Mekanisme bantuan tersebut jelasnya, diberikan kepada setiap kelompok yang terdiri dari 20 orang . Setiap kelompok mendapat bantuan Rp40 juta, untuk di belanjakan kebutuhan usaha seperti alat vakum, penggorengan, frezer dan lainnya sesuai dengan kebutuhan kelompok.

Adapun total anggaran untuk program tersebut jelasnya mencapai Rp500 lebih miliar lebih meliputi beberapa program seperti TKM JPS, program padat karya infrastruktur. Bantuan tersebut tegasnya  tidak semua untuk kelompok. Juga ada untuk bantuan kepada perusahaan yang bekerja di perusahaan.

Ia pun mengapreasiasi beberapa kelompok yang telah menerima bantuan, mereka membelanjakan untuk kebutuhan produksinya. Dia berharap bisa memberi manfaat bagi penunjang ekonomi di tengah pandemi.

Sementara itu, Ketua Kelompok Usaha Rawapasung, di Kelurahan Kota Baru Bekasi, Barat, Sofyan, mengatakan dengan adanya produksi kelompok dari bahan dasar lele mengaku sangat terbantu dengan program dari Kemnaker tersebut. Bantuan tersebut bisa menopang usaha bersama di lingkungannya.

“Harapan kami, tidak hanya bantuan tunai, tapi bisa bentuk pembinaan meliputi kemasan, dan cara pemasaran,” ujar Sofyan, seraya mengatakan produknya masih dititip di warung-warung.

Lihat juga...