Kendaraan Pribadi Dominasi Arus Penyeberangan Pelabuhan Bakauheni

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kendaraan pribadi asal Sumatera tujuan pulau Jawa meningkat empat hari jelang libur Natal. Berdasarkan data posko angkutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 sebanyak 3.995 unit kendaraan roda empat diseberangkan dari pelabuhan Bakauheni ke Merak. 

Saifullail Maslul, humas PT ASDP Indonesia Ferry cabang utama Bakauheni, Lampung Selatan saat ditemui Cendana News, Senin (21/12/2020). Foto: Henk Widi

Saifullail Maslul, humas PT ASDP Indonesia Ferry cabang utama Bakauheni menyebut selain kendaraan pribadi peningkatan terjadi pada kendaraan roda dua. Data produksi harian jelang Natal kendaraan roda dua sebanyak 1.005 unit, bus 273 unit, truk sebanyak 7.090 unit.

Pelayanan kapal roll on roll off (Roro) untuk libur Natal sebutnya mencapai 85 trip. Jumlah kapal yang dioperasikan mencapai 29 unit dengan sebanyak tujuh dermaga. Pelayanan dermaga reguler dan eksekutif menurutnya telah disediakan loket tiket untuk pemindaian barcode.

“Kami sediakan vending machine sebanyak enam unit existing pada dermaga reguler dan sebanyak enam unit vending machine di terminal eksekutif untuk pelaku perjalanan yang membeli tiket secara online, selain itu disediakan sejumlah tambahan loket pembelian di dermaga satu,” terang Saifullail Maslul saat dihubungi Cendana News, Senin (21/12/2020).

Saifullail Maslul menyebut, selama masa pandemi Covid-19 pelaku perjalanan yang akan menyeberang wajib menerapkan protokol kesehatan. Pelaku perjalanan wajib membawa masker ,mencuci tangan, menjaga jarak.

Sementara itu, sejumlah kendaraan asal Sumatera tujuan Jawa yang akan melintas terbantu keberadaan sejumlah penyedia jasa penjualan tiket. Hariadi, salah satu penyedia jasa penjualan tiket secara online menyebut volume kendaraan meningkat untungkan pelaku usaha sepertinya. Bermodalkan telepon android dengan aplikasi Ferizy ia bisa menjual tiket secara online bagi calon penumpang.

“Saya hanya membantu pengguna jasa yang belum membeli tiket namun sudah terlanjur tiba di loket pelabuhan Bakauheni,” terang Hariadi.

Hariadi menyebut dari proses penjualan tiket secara online memakai aplikasi Ferizy ia bisa mendapat biaya administrasi. Rata rata dari biaya administrasi tersebut ia bisa mendapat hasil Rp3.000 hingga Rp5.000 perkilogram. Dalam sehari ia menyebut bisa melayani sekitar 100 hingga 200 transaksi. Kondisi tersebut terjadi saat libur Nataru dengan volume kendaraan yang meningkat.

Lihat juga...