Kepala Samsat Banyumas Meninggal Akibat Corona, Upaya Sterilisasi Dimaksimalkan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Bupati Banyumas, Achmad Husein, menginstruksikan agar kantor Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Banyumas menutup pelayanan untuk sementara waktu. Instruksi tersebut dikeluarkan pasca-pimpinan di kantor tersebut meninggal dunia dan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kepala Samsat, Pak Dwi Raharjo Cahyo Buwono kondisinya sehat dan beliau tidak mempunyai penyakit bawaan, bukan komorbid. Jadi perjalanannya sangat cepat sekali, termasuk kategori badai sitokin, yaitu adanya peningkatan respon imun tubuh, namun tetap meninggal,” kata Bupati, Jumat (11/12/2020).

Lebih lanjut Husein menyampaikan, Kepala Samsat Banyumas meninggal dunia pada hari Kamis (10/12/2020) malam, di Rumah Sakit Margono Soekardjo Purwokerto. Dan dari hasil pemeriksaan diketahui yang bersangkutan positif Covid-19.

“Mulai besok saya minta, pelayanan di kantor Samsat Banyumas dihentikan dulu sementara waktu. Kemudian dilakukan sterilisasi pada seluruh ruangan serta swab test terhadap seluruh pegawai. Tunggu hasil swab test keluar terlebih dahulu, baru kantor mulai beroperasi dan yang melakukan tugas pelayanan hanya yang hasil swab test dinyatakan negatif,” terang Husein.

Sementara itu, Plt Kepala UPPD Samsat Banyumas, Ati Pujiati, saat dikonfirmasi membenarkan, jika kepala Samsat meninggal dunia karena positif Covid-19. Namun, upaya pencegahan sudah dilakukan sejak lama, yaitu mulai awal bulan Desember, sejak yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19.

“Mulai awal bulan Desember lalu, almarhum sudah tidak pergi ke kantor lagi dan kita di sini juga sudah melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan sampai dengan penyinaran ultraviolet ke semua sudut ruangan. Karena itulah, hari ini pelayanan masih tetap berjalan,” jelasnya.

Sterilisasi yang dilakukan di kawasan kantor Samsat Banyumas sudah ditingkatkan sejak awal Desember. Misalnya untuk penyemprotan disinfektan yang bisanya sehari sekali, ditingkatkan menjadi dua kali dalam satu hari. Selain itu, seluruh pegawai juga sudah menjalani rapid test dan hasilnya non reaktif.

Lebih lanjut Ati Pujiati mengatakan, pada awalnya yang terkonfirmasi positif adalah sopir dan petugas angkat barang terlebih dahulu. Keduanya sudah melakukan isolasi mandiri dan tidak pergi ke kantor sejak akhir bulan November lalu.

“Jadi kabar yang beredar bahwa banyak pegawai Samsat yang positif Covid-19, itu tidak benar, kami sudah rapid test dan hasilnya non reaktif. Selain itu, untuk petugas pelayanan yang berhadapan langsung dengan masyarakat, proteksi protokol kesehatannya juga lebih diperketat, wajib menggunakan masker serta face shield, sarung tangan dan sebagainya,” tuturnya.

Lihat juga...