Kesejahteraan Guru Honor di Sikka Perlu Diperjuangkan

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Sejumlah guru honor mengajar di berbagai sekolah swasta maupun negeri di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapatkan gaji sangat minim. Ada yang bergaji di bawah Rp300 ribu sebulan bahkan Rp100 ribu, meskipun sudah mengabdi di sekolah tersebut selama beberapa tahun.

“Kesejahteraan guru yang masih jadi permasalahan terutama guru honor di mana masih ada yang mendapatkan honor di bawah Rp300 ribu per bulan,” kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Sikka,  Johanes Jonas Teta, SPd saat ditemui Cendana News di SMAN1 Maumere, Kamis (17/12/2020).

Jonas sapaannya mengatakan, minimnya honor tersebut bisa diperbaiki apabila kepala sekolah bisa lebih kreatif mencari sumber-sumber pendanaan bagi para guru yang ada di sekolahnya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Maumere yang juga Ketua PGRI Cabang Sikka, Johanes Jonas Teta, SPd saat ditemui di sekolahnya, Kamis (17/12/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Dirinya mencontohkan sekolahnya SMAN1 Maumere yang memiliki murid sebanyak seribu lebih dengan 66 guru semua guru honor yang ada mendapatkan gaji sebesar Rp3,2 juta per bulannya.

“Honor yang diterima para guru di sekolah saya Rp3,2 juta per bulan. Jumlah ini jauh di atas Upah Minimum Regional (UMR) Provinsi NTT yang hanya sebesar Rp1,5 juta per bulannya,” ujarnya.

Jonas mengatakan, sebagai Ketua PGRI Sikka, pihaknya sudah melakukan konsultasi dengan beberapa guru senior dan dikatakan apabila semua kepala sekolah kompak, maka guru honor bisa dibantu dengan memberikan uang bantuan.

Cara yang dilakukan yakni yang besar membantu yang kecil, yang mampu membantu yang tidak mampu atau semacam gotong royong dan saling membantu satu sama lain.

“Misalnya satu siswa saja menyumbang seribu rupiah saja sebulan maka bisa dipergunakan untuk membantu menambah gaji guru honor. Ini sedang dalam wacana dan bila bisa maka ini sebuah langkah yang baik,” ucapnya.

Jonas menambahkan, PGRI Sikka akan memberikan pemahaman dan mudah-mudahan semua kepala sekolah dan komite bisa sepakat sehingga dengan begitu guru honor bisa mendapatkan dana tambahan untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Ia menyebutkan, pihaknya telah meminta agar dilibatkan dalam pembahasan terkait dengan pendidikan baik di lembaga eksekutif dan legislatif guna bisa meningkatkan profesional dan kesejahteraan guru.

“Jangan membuat anggaran lebih banyak untuk perjalanan dinas tetapi buat juga perencanaan anggaran untuk peningkatan profesionalisme guru dan kesejahteraan guru,” pintanya.

Guru honor di SDN Kepiketik, Desa Persiapan Mahekelan Kecamatan Waigete, Maria Marseli mengaku mengajar guru honor komite lainnya pun mengaku sudah mengajar di sekolah ini selama 7 tahun lebih dan dibayar Rp70 ribu sebulan.

Maria mengatakan, dengan honor tersebut hanya cukup untuk membiayai kebutuhan hidup selama 2 hari saja sehingga dirinya berharap pemerintah bisa membantu memberikan honor yang pantas.

“Pemerintah harus bisa memperhatikan nasib guru honor komite yang hampir sebagian besar gajinya hanya pas-pasan saja. Paling besar guru honor komite mendapatkan gaji Rp300 ribu sebulan,” ucapnya.

Maria mengatakan, presiden memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia tetapi nasib guru-guru di pedalaman seperti dirinya sangat memprihatinkan sehingga perlu ada perhatian.

Lihat juga...