Keseruan Wisata Sepeda Sembari Belajar Fotografi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Menggabungkan dua hal sekaligus, bersepeda di lokasi wisata dan fotografi, menjadi tren baru bagi para penggemar sepeda di Kota Semarang. Khususnya, bagi komunitas Photocycle.

Ketua Photocycle Semarang, Bambang RSD saat ditemui di sela gowes di Semarang, Minggu (27/12/2020). Foto Arixc Ardana

Setiap Minggu pagi atau hari libur, anggota dari komunitas sepeda tersebut, bersepeda keliling Kota Semarang dan wilayah sekitarnya, dengan titik poin di sejumlah lokasi wisata ataupun tempat bersejarah yang ada. Mulai dari Klenteng Sam Po Kong, Tugu Muda, Lawangsewu, kawasan wisata Kota Lama, hingga beragam lokasi wisata lainnya.

Uniknya, di antara titik poin tersebut, mereka juga menyempatkan diri untuk belajar fotografi, baik berupa foto landscape, bangunan atau model.

“Kita sengaja bersepeda dengan memilih sejumlah rute wisata yang ada di Kota Semarang. Tujuannya, selain untuk berolahraga, juga untuk memperkenalkan obyek wisata yang ada. Caranya lewat foto-foto yang kita upload di media sosial,” papar Ketua Photocycle Semarang, Bambang RSD saat ditemui di sela gowes di Semarang, Minggu (27/12/2020).

Diterangkan, dalam proses pengambilan foto tersebut, para anggota komunitas juga bisa belajar tentang fotografi. Mulai dari teknik foto, seperti dasar-dasar fotografi seperti pengenalan diafragma, speed, asa, hingga sudut pengambilan gambar.

“Meski saat ini banyak yang menggunakan kamera dari handphone, yang serba otomatis, namun teknik fotografi tetap ada baiknya dipelajari sebagai pengetahuan dasar. Kemampuan tersebut akan diasah, seiring dengan peningkatan jam terbang dalam fotografi. Meski demikian banyak dari anggota kita yang menggunakan kamera mirrorless, untuk belajar foto,” tambah pria, yang berprofesi sebagai fotografer profesional tersebut.

Diterangkan, dalam proses belajar terkait fotografi tersebut, pihaknya juga terbuka bagi masyarakat yang ingin ikut serta.

“Misalnya kita gowes di kawasan Kota Lama, lalu kita belajar fotografi disana, masyarakat yang ingin ikut belajar foto juga kita persilahkan. Belajar bersama untuk kebaikan bersama juga. Semakin bagus fotonya, banyak yang melihat, wisata Kota Semarang pun akan semakin dikenal,” tambahnya.

Bambang menjelaskan, ada banyak sudut gambar yang menarik di berbagai obyek wisata di Kota Semarang. “Kota Semarang sekarang istilahnya sudah instagramable, pengelola wisata yang ada, sudah sadar akan kebutuhan foto untuk publikasi, jadi membuat spot-spot yang bagus untuk berfoto. Ini tentu menjadi daya tarik bagi masyarakat,” tandasnya.

Sementara, salah seorang anggota Photocycle Semarang, Amim, mengaku ada banyak manfaat yang dirasakan. Selain badan sehat, dengan rutin bersepeda, juga mengasah kemampuannya di bidang fotografi.

“Selain itu, juga mengajak kita untuk berwisata setiap Minggu. Apalagi bila ada lokasi baru, yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya, jadi semakin seru,” terangnya.

Di satu sisi, di tengah pandemi covid-19, seluruh kegiatan tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Tetap memakai masker, hingga menjaga jarak.

“Kita berharap dengan upaya ini, badan tetap sehat, komunitas terus solid, wisata Kota Semarang semakin dikenal, dan jauh dari covid-19,” pungkasnya.

Lihat juga...