Ketua KPK: Tidak Ada Agenda Habis-Habiskan Anggaran di Akhir Tahun

JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengingatkan seluruh kementerian dan lembaga, hingga Pemerintah Daerah (pemda), agar tidak menghabis-habiskan anggaran di akhir tahun.

“Bulan Desember ini mudah-mudahan tidak ada cerita bahwa Desember itu habis-habiskan anggaran. Mohon tidak ada cerita itu, kenapa? Bulan Desember ini minimal setidak-tidaknya ada empat kejadian yang bersejarah,” ujar Firli, di Jakarta, Senin (21/12/2020), saat memberi sambutan acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penanganan Pengaduan Tindak Pidana Korupsi di Gedung KPK, yang juga dihadiri beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju.

Empat kejadian tersebut, yang pertama adalah 9 Desember, yang diperingati sebagai Hari Antikorupsi Sedunia. “KPK sebagai leading sector, membuat surat kepada kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, supaya melakukan kegiatan dalam rangka Hari Antikorupsi Sedunia itu tanggal 9 Desember. Satu hari setelah itu ada lagi hari yang lain, yaitu 10 Desember, Hari Hak Asasi Manusia,” kata Firli.

Kemudian pada Desember, juga diperingati Hari Ibu. “Kenapa Hari Hak Asasi Manusia, Hari Antikorupsi Sedunia, Hari Ibu, itu erat kaitannya dan memiliki andil besar dalam peradaban bangsa, andil besar dalam pemberantasan korupsi. Kalau ibu-ibu bertanya dengan apa yang dihasilkan para suami yang dibawa ke rumah, apakah ini sah tidak sah, tentu tidak akan terjadi korupsi,” tuturnya.

Firli menceritakan sebuah fenomena, keberadaan istri yang suaminya tertangkap akibat kasus korupsi, namun hasil korupsinya justru dinikmati oleh istri yang lain. “Ada juga yang terbalik fenomena sekarang, hasil korupsi tidak kembali kepada istri apalagi istri pertama. Tetapi terdistribusi kepada nomor 2, nomor 3, dan 4 dan lain-lain. Saya pernah bertanya dengan istri yang suaminya tertangkap kasus korupsi, dia bilang sama saya, ‘Pak Firli, saya sejak dulu tidak bertambah tabungan saya pak, walaupun suami saya sudah sampai jabatan menteri. Saya jadi bertanya berarti uangnya ke mana? saya tidak mau bertanya lebih lanjut,” tuturnya.

Dengan demikian, peran perempuan juga sangat penting dalam pemberantasan korupsi saat ini. “Artinya, peran ibu, perempuan sangat menentukan pemberantasan korupsi. Belum lagi hak asasi manusia, kalau kita sadar kejahatan tindak pidana korupsi itu bukan hanya sekedar kejahatan merugikan keuangan negara, merugikan perekonomian negara tetapi sesungguhnya korupsi adalah kejahatan yang merampas hak-hak asasi manusia. hak-hak politik sosial tidak bisa terpenuhi karena anggaran programnya dikorupsi,” tandasnya.

Dan kejadian terakhir di Desember adalah peringatan Hari Ulang Tahun KPK yang jatuh pada 29 Desember. (Ant)

Lihat juga...