Kiat Bisnis Minuman Tetap Bertahan Tengah Pandemi

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Salah satu strategi agar usaha tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19 adalah dengan aktif menawarkan produk kepada konsumen secara langsung. Cara ini banyak dilakukan pelaku usaha di Kabupaten Banyumas, yaitu melalui grup-grup WhatsAap serta media sosial.

Salah satu pelaku usaha yang menerapkan cara tersebut adalah Widi Astoro, pemilik bisnis minuman bobaka. Ia menerapkan metode pemasaran dengan aktif melakukan penawaran kepada para konsumen. Mulai dari kalangan teman-teman sendiri, warga perumahan hingga di media sosial.

“Setiap hari kita selalu melakukan promo dengan mengirim foto-foto minuman bobaka di grup-grup WhatsAap hingga di media sosial. Dan hasilnya, sangat bagus, karena pesanan akan mengalir,” tuturnya, Selasa (22/12/2020).

Keuntungan lainnya dari aktif melakukan kegiatan promo tersebut, adalah untuk waktu pemesanan bisa diatur. Jika untuk pengiriman pada jam-jam tertentu sudah padat, maka konsumen akan diminta untuk memilih pada jam berikutnya. Jeda waktunya tidak terlalu lama, hanya kisaran 1-2 jam, sehingga sebagian besar konsumen akan menyetujuinya.

Selain itu, lanjut Widi, untuk lokasi pengiriman juga bisa diatur, sehingga lebih efisien waktu. Ia mencontohkan, untuk pengiriman satu jalur misalnya, akan digabungkan dengan pemesanan lainnya yang berdekatan dengan lokasi tersebut. Sehingga dalam satu kali waktu pengiriman, ia bisa mengirimkan hingga 10 lebih gelas minuman bobaka.

“Yang pasti lebih efisien waktu, tenaga serta BBM dan yang utama kita bisa memuaskan pelanggan,” katanya.

Saat ini usaha minuman bobaka yang dirintis masih dalam hitungan bulan ini, sudah memiliki ratusan pelanggan. Widi menyediakan berbagai jenis varian rasa yaitu rasa coklat, cappucino, red velvet, taro,green tea dan brown sugar.

Bobaka minuman racikan yang terbuat dari milk, susu kental manis, bubuk rasa dan boba. Minuman yang disertai bola-bola boba atau bubble yang bertekstur kenyal seperti jelly ini memang minuman kekinian yang sedang banyak digemari masyarakat.

“Awalnya saya coba sendiri membuat racikan minuman di rumah, ternyata enak dan varian rasa yang kita tawarkan banyak yang suka, akhirnya mengumpulkan modal dan membuka gerai minuman bobaka di Kabupaten Purbalingga dan Banyumas,” jelasnya.

Hal serupa juga dilakukan pelaku usaha sosis solo, Lilik Darmawan yang aktif menawarkan produk dagangannya melalui media sosial dan grup-grup WhatsAap. Ia juga mempeluas pasar dengan menitipkan produknya melalui penjual sayur keliling.

“Untuk memperluas pemasaran produk, di tengah pandemi ini sebenarnya tetap bisa dilakukan dan yang paling potensial adalah dengan memanfaatkan teknologi, Karena sekarang ada kecenderungan orang lebih akrab dengan teknologi, sebagai salah satu dampak dari pandemi,” ucapnya.

Lihat juga...