Klub Sepakati IBL Musim 2021 Tanpa Pemain Naturalisasi

Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah (kedua kiri) bersama pebasket Cassiopeia Manuputty (kedua kanan) dan Daniel Wenas (kanan) dalam jumpa pers peluncuran webseries IBL yang bekerja sama dengan Go Jek Indonesia, Rabu (11/11/2020) – foto Ant

JAKARTA – Klub-klub peserta Liga Bola Basket Indonesia (IBL) bersepakat untuk tidak menggunakan pemain naturalisasi pada kompetisi musim 2021.

Kesepakatan tersebut diambil, sehubungan dengan terbatasnya jumlah pemain naturalisasi yang tersedia dan memenuhi aturan IBL. Jika mengacu pada peraturan sebelumnya, pemain naturalisasi merupakan pemain berkewarganegaraan Indonesia, yang memperoleh haknya melalui proses naturalisasi.

Namun dalam prosesnya, pemain naturalisasi dapat dipilih melalui mekanisme pemilihan bersama pemain asing lewat draft IBL. Akan tetapi, IBL memutuskan, untuk menyempurnakan aturan mengenai pemain naturalisasi yang disebut sebagai lokal naturalisasi. Berdasarkan peraturan baru, setiap klub hanya boleh meminang pemain naturalisasi, yang sudah memiliki paspor Indonesia paling tidak 365 hari sejak pengesahan, serta mendapat persetujuan dari PP Perbasi. “Dari penyempurnaan ini diharapkan untuk dapat memberi aturan serta kesempatan lebih baik kepada pemain naturalisasi yang ada,” kata Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, Kamis (17/12/2020).

Meski demikian Junas mengatakan, klub-klub peserta IBL pada akhirnya sepakat untuk menggunakan pemain naturalisasi pada kompetisi musim 2022. Hal itu mengingat sisa waktu untuk persiapan di musim ini yang sangat pendek.

Sebagian besar klub juga telah mempersiapkan roster-nya untuk musim depan. Pemilik klub Louvre Surabaya, Erick Herlangga, misalnya, sepakat dengan rencana penggunaan pemain lokal naturalisasi untuk musim kompetisi IBL 2022. “Saat ini di tengah masa pandemi memang lebih baik berkonsentrasi pada pembentukan tim dengan roster pemain lokal yang sudah dipersiapkan,” pungkas Erick. (Ant)

Lihat juga...