Kolaborasi PT dan Peternak Dukung Pengembangan Usaha Peternakan

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Kolaborasi antara perguruan tinggi dengan peternak/pembudidaya dinilai sangat penting dilakukan, untuk mendukung pengembangan usaha sektor peternakan di masyarakat. Penerapan produk teknologi budi daya dari perguruan tinggi diperlukan, guna meningkatkan kapasitas para pelaku usaha industri di sektor peternakan maupun pertanian. 

Hal tersebut diungkapkan pengajar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dr. Drh. Irkham Widiyono, selaku tim pendamping UGM di Laboratorium Kampung Ternak Jogja, sebagai wadah belajar budi daya para peternak.

Pengajar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dr. Drh. Irkham Widiyono, Tim Pendamping UGM di Laboratorium Kampung Ternak Jogja, -Foto: Jatmika H Kusmargana

Irkham mengatakan, UGM melakukan pendampingan di Laboratorium Kampung Ternak Jogja, sejak beberapa waktu terakhir. Selain memberikan dukungan berupa pengetahuan terkait budi daya, tim UGM juga membantu secara teknis seluruh aspek usaha para peternak.

“Kita mendorong peternak memanfaatkan kotoran ternak sebagai sumber ekonomi, dengan dibuat menjadi pupuk siap pakai. Salah satunya dengan memberikan alat mesin pencacah serta mesin pencampur,” katanya, belum lama ini.

Tak hanya fokus pada usaha budi daya saja, tim UGM juga aktif mendorong para peternak mengolah hasil peternakan untuk bisa menghasilkan daging siap jual. Selain membuka peluang usaha baru berupa pemotongan hewan, ini juga potensial untuk dikembangkan sebagai usaha boga berbahan dasar daging ternak.

“Kita juga terus mendorong para peternak bisa memproduksi daging sesuai standar. Yakni, Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Misalnya, dengan membantu peternak dalam mendapatkan sertifikat halal. Dengan begitu, pengasilan para peternak bisa makin meningkat,” ujarnya.

Di masa pandemi seperti sekarang ini, kolaborasi antara peternak dengan perguruan tinggi juga terbukti mampu meminimalisir potensi penularan Covid-19 di lingkungan kandang kelompok. Selain membangun sarana sanitasi dan tempat mencuci tangan, UGM juga menerapkan pemasangan alat penyemprot cairan disinfektan di pintu masuk kandang ternak di dusun Kweni, Panggungharjo, Sewon Bantul.

“Untuk memudahkan pelacakan hewan ternak, kita juga menerapkan aplikasi Lindungi Ternakku buatan tim UGM, untuk mencegah penularan Covid-19. Yakni, aplikasi pendokumentasian asal-usul ternak, yang dapat men-tracing distribusi ternak. Sehingga aman dari penularan Covid-19,” katanya.

Lihat juga...