Koperasi Tingkatkan Kualitas Pelaku UMKM di Cilongok

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Koperasi Utama Sejahtera Mandiri di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok di Banyumas, terus berkembang. Dalam jangka waktu 18 bulan, keanggotaan koperasi ini sudah mencapai 800 KK, dan tahun depan ditargetkan mencapai 1.500 kepala keluarga (KK).

Target tersebut dipasang, karena perkembangan koperasi tidak hanya pada jumlah keanggotaan. Melainkan juga kualitas pelaku usaha kecil mikro dan menengah, sebagai anggota koperasi yang juga terus meningkat.

Manajer Umum Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Lasworo Suyono, mengatakan, meningkatnya kualitas pelaku UMKM setidaknya dapat dilihat dari besarnya pinjaman modal usaha yang diajukan.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda) Kabupaten Banyumas, Muhammad Arsad Dalimunte, ditemui di Purwokerto, Minggu (28/6/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Banyak anggota koperasi kita melakukan top up pinjaman karena usahanya mulai berkembang, dan kita layani mereka sebisa mungkin. Ada yang melakukan top up pinjaman dari Rp2 juta menjadi Rp4 juta, ada yang menjadi Rp5 juta. Rata-rata top up pinjaman dalam kisaran Rp3-5 juta,” kata Lasworo, Selasa (29/12/2020).

Lasworo menjelaskan, perkembangan usaha para anggota koperasi itu tidak lepas dari adanya pendampingan serta berbagai program pemberdayaan yang dilakukan Yayasan Damandiri.

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda) Kabupaten Banyumas, Muhammd Arsad Dalimunte, mengatakan keberadaan koperasi binaan Yayasan Damandiri di desa Cilongok sangat membantu dalam upaya peningkatan kesejahteraan warga sekitar.

Arsad mengaku masih mengingat dengan baik pesan-pesan yang disampaikan Ketua Yayasan Damandiri, Soebiakto Tjakrawerdaja, saat  berkesempatan berada dalam satu forum.

“Pak Soebiakto pernah menyampaikan, bahwa berkoperasi itu wajib bagi seluruh rakyat Indonesia. Terus terang saya terkejut pada waktu itu, sebab statement tersebut bertolakbelakang dengan prinsip keanggotaan koperasi yang menganut prinsip keanggotaan sukarela dan terbuka,” tuturnya.

Namun dalam paparan selanjutnya, kata Arsad, Soebiakto menyampaikan bahwa koperasi Indonesia tidak dibangun di atas semangat individualis yang hanya bergabung ke koperasi bila menguntungkan saja.

Koperasi Indonesia harus dibangun di atas semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan, sehingga terbangun keberdayaan seluruh masyarakat Indonedia. Keberdayaan itu akan berpeluang hadir, bila yang satu memiliki kepedulian terhadap lainnya.

”Pesan-pesan yang disampaikan Soebiakto membangkitkan spirit kebangsaan. Dan, pernyataan Soebiakto tidak hanya sekadar retorika, tetapi juga diwujudkan dalam berbagai program pemberdayaan melalui Yayasan Damandiri,” pungkas Arsad.

Lihat juga...