Kota Bekasi Ciptakan Ketahanan Pangan Melalui Program Kampung Tangguh

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat melakukan upaya pemulihan ekonomi dampak dari Covid-19 dengan terus menggalakkan kampung tangguh di setiap wilayah. Langkah ini diambil sebagai bentuk pemulihan ekonomi mikro lingkup kampung untuk ketahanan pangan.

Kampung tangguh dimaksud adalah satu RW setiap kelurahan, memiliki program ketahanan pangan meliputi budidaya perikanan seperti budidamber Lele atau teknik kolam terpal lele, sayur mayur hidroponik, ternak magot, dan banyak lainnya.

“Melalui program RW Siaga atau Kampung Tangguh ini, kita mendorong setiap wilayah menciptakan ketahanan pangan dengan budidaya ikan lele, nila, tanaman sayuran dan lainnya kreatifitas tinggi memanfaatkan lingkungan sekitar,” ungkap Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Bekasi, kepada Cendana News, Senin (14/12/2020).

Diketahui saat ini, di Kota Bekasi, tiga pilar, meliputi pemerintah, TNI-Polri, bersinergisitas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), melalui program RW Siaga, Pemerintahan bertanggungjawab panggulangan bencana, TNI penanggulangan ketahanan Pangan, Polri penanggulangan Zero Kriminal.

Mas Tri menegaskan, melalui program tersebut, dalam rangka memutus rantai Covid-19 dan pemulihan ekonomi Mikro lingkup Kampung. Salah satunya melalui program ketahanan pangan dengan mengarahkan setiap RW bisa memanfaatkan lingkungannya untuk budidaya tanaman dan peternakan.

“Pemerintah terus memberi support, tidak hanya dari sisi ketahanan pangan. Tapi juga, meliputi lingkungan memasuki musim hujan agar bisa antisipasi bencana banjir,” jelasnya mengapresiasi RW siaga ikut menyediakan ruang isolasi mandiri di lingkungannya.

Ia berharap antusias warga dalam mewujudkan program RW Siaga dari sisi ketahanan pangan terus digiatkan disetiap lingkungan. Karena hal tersebut dibutuhkan peran serta seluruh komponen masyarakat di wilayah Kota Bekasi sehingga bisa memberikan dampak positif.

Pantauan di lapangan, berbagai wilayah di Kota Bekasi mulai menggiatkan budidaya perikanan ataupun penanaman sayuran, terus digiatkan di berbagai RT/RW.

Lurah Perjuangan, Kecamatan Medan Satria, Isnaini, sebelumnya mengatakan bahwa ada tiga indikator wilayah diajukan sebagai program RW Siaga atau Kampung tangguh.

“Kelurahan Pejuang, menetapkan RW026, sebagai Kampung Tangguh. Karena hampir memenuhi ketegori salah satunya memiliki perkebunan hidroponik dan budidaya ikan,”papar Isnaini.

Dia berharap wilayah lain di lingkungan kelurahan Pejuang, bisa mencontoh RW 026 dalam hal menciptakan ketahanan pangan setiap RT memiliki sistem ketahanan berbeda.

“Ada 9 RT, di lingkungan RW 026, semuanya menerapkan ketahanan pangan dengan fokus berbeda. Misalkan RT01, budidaya sayur mayur, RT berikutnya, budidaya bidang perikanan, begitu seterusnya,” tukasnya.

Dikatakan bahwa setiap RT sudah dibentuk kelompok wanita tani yang terus aktif baik sosialisasi dan mengajarkan cara bercocok tanam kepada warga untuk mendapatkan hasil maksimal melalui beragam media tanam.

Lihat juga...